Pro Kontra Penggalangan Dana di Medsos, Emil : Itu Bukan Akun Saya

Trenggalek, Koranmemo.com – Bupati Trenggalek, Emil Elestianto Dardak mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap kejahatan dunia maya. Apalagi, aksi kejahatan itu terkadang mengatasnamakan pejabat publik sebagai upaya untuk melancarkan aksinya. Seperti yang baru-baru ini terjadi dan menggegerkan warganet dan masyarakat Trenggalek.

Sebuah akun di jejaring media sosial Facebook yang mengatasnamakan orang nomor satu di Kabupaten Trenggalek  mengunggah cuitan yang isinya meminta penggalangan dana untuk disumbangkan ke sebuah yayasan anak dan panti. Sontak unggahan itu menuai pro dan kontra karena diragukan keabsahannya. Selain itu, unggahan itu juga menjadi polemik di lingkup Pemerintah Daerah (Pemda) Trenggalek.

“Itu bukan akun saya,” ujar Emil dikutip dari sebuah media sosial resmi milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek, Jumat (12/10).

Dalam percakapan yang ada, akun palsu Emil Dardak menyampaikan, Bupati Trenggalek ini sedang melakukan sebuah aksi penggalangan dana untuk disumbangkan kepada yayasan anak dan panti. Namun ketika ditelusuri lagi unggahan yang mengatasnamakan calon wakil gubernur Jawa Timur terpilih itu sudah tidak ditemukan.

“Ada oknum yang mencoba mengambil kesempatan dari nama saya untuk perbuatan yang melanggar hukum, jangan ditanggapi,” kata Emil, mengimbau seluruh masyarakat Trenggalek.

Unggahan penggalangan dana yang menjadi polemik itu, diketahui setelah salah satu warga net mengunggah tangkapan layar (screenshot) di sebuah grup Info Seputar Trenggalek (IST). Bahkan, informasi yang diterima Koranmemo.com sebuah akun yang diduga abal-abal itu juga mengirimkan pesan pribadi ke sejumlah pengguna medsos lainnya.

Tak terima namanya digunakan untuk aksi penipuan, Emil menegaskan bakal menempuh jalur hukum. Hal ini dilakukan Emil, sebagai wujud keseriusan dalam upaya memberantas penipuan di dunia maya serta menimbulkan efek jera dan memberi contoh agar masyarakat juga aktif melaporkan kejahatan serupa ke pihak yang berwajib.

“Saya telah melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian, untuk menjadikan pembelajaran bagi masyarakat, apalagi sekarang ini sudah ada undang-undang ITE, yang bisa menjerat pelaku penipuan seperti ini,”  tegasnya.

Saat dikonfirmasi Koran Memo, Kepala Bagian Protokol dan Rumah Tangga Pemkab, Triadi Admono belum memberikan keterangan secara resmi, terkait langkah hukum yang ditempuh.

Reporter Angga Prasetya

Editor Della Cahaya

Follow Untuk Berita Up to Date