Prioritaskan Program Pengembangan Kawasan Jagung Modern

Lamongan, koranmemo.com – Pemerintah Kabupaten Lamongan, melalui Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan tahun ini terus menggenjot target dengan mengaplikasikan program pengembangan kawasan jagung modern dengan luas 52.154 Ha.

Setelah mengalami peningkatan produktivitas jagung di tahun 2017, dari semula pencapaian 5,8 ton per hektar menjadi 10 ton, kini Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dikomando Aris Setiadi selaku kepala dinas akan terus menggelontorkan bantuan.

Sarana Produksi (Saprodi) yang akan digelontorkan berupa benih sebanyak 20 kg, pupuk organik sebanyak 1,5 ton, pupuk urea seberat 30 kg dan pupuk phonska seberat 300 kg. Bantuan tersebut khusus untuk di kawasan percontohan seluas 100 Ha.

“Lamongan merupakan penghasil jagung terbesar di Indonesia. Untuk itu, program pengembangan jagung modern di tahun ini diprioritaskan. Dan itu sesuai program Bupati Fadeli mulai tahun 2016 hingga tahun 2020,” jelas Aris kepada koranmemo.com.

Didampingi Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura, Johan, kembali Aris menuturkan, jika di tahun 2018 pihaknya memprioritaskan program dalam bentuk pengembangan jagung modern dengan tujuan peningkatan provitas jagung.

Menurut data yang diterima, pengembangan kawasan tersebut melingkupi 15 kecamatan dengan total luas 52.154 Ha. “Dari 15 kecamatan tersebut dibentuk kawasan inti di masing-masing kecamatan seluas 100 Ha sebagai kawasan percontohan/demfarm,” sebutnya.

Dengan bantuan saprodi tersebut, tambah Aris, pihaknya berharap program pengembangan jagung modern di Lamongan sesuai apa yang diharapkan Bupati Fadeli untuk setiap wilayah bisa memaksimalkan target untuk meningkatkan provitas jagung modern.

Sekedar diketahui, produktivitas jagung mengalami peningkatan di tahun 2017, dari yang awalnya 5,8 ton per hektar menjadi 10 ton per hektar di lahan seluas 100 hektar, membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan secara resmi memperluas kawasan jagung modern.

“Jangan sampai yang ngotot hanya bupatinya saja. Tapi penyuluh, UPT Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan maupun camat tidak ikut ngotot. Saya berharap, semua dapat bekerja sama dengan baik, untuk menyukseskan program ini,” ujar Fadeli saat itu.

Dengan begitu, pihak camat-camat diminta segera mencanangkan kawasan jagung modern di wilayahnya masing-masing. Selain itu, sosialisasi kepada semua petani diharap jangan sampai berhenti. Karena hal tersebut kembali lagi kepada petani.

Begitu pula pendukung terkait penyediaan benih untuk pengembangan kawasan jagung modern tersebut, Pemkab Lamongan juga sudah mendapatkan garansi dari Kementerian Pertanian (Kementan) mengenai kebutuhan benih hibrida yang dibutuhkan oleh para petani di Lamongan.

Reporter: Fariz

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.