Pria 37 Tahun Ikuti Sunatan Massal, Begini Ceritanya

Blitar, koranmemo.com – Sunat atau khitan umumnya dilakukan anak laki-laki yang mulai menginjak usia remaja. Namun apa jadinya bila seorang sudah dewasa mengukuti acara sunatan massal bersama anak-anak kecil.

Hal ini terjadi di Blitar, yakni Sumaji pria berusia 37 tahun ini, ikut acara sunatan massal di Masjid Baitul Mutaqin di Lingkungan Tejo, Kelurahan Babadan, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar.

Pria yang ikut sunatan massal bersama anak-anak ini sempat dibuatkan video oleh warga dan diunggah di grup Facebook Ajang Sapa ICB dan sempat viral hingga dibagikan sampai ke luar daerah.

Banyak netizen yang mengomentari bagaimana bisa pria setua ini baru ikut sunat atau khitan. Apakah dia muallaf atau masa kecilnya belum sempat dikhitankan orang tuanya.

Dari penelusuran wartawan koranmemo.com berhasil menemui Sumaji di rumahnya. Rumahnya tampak sederhana seperti rumah di pedesaan. Dan muncullah pria berperawakan gemuk dengan memakai sarung dan peci menyambut media ini.

Dia  tersenyum ramah kepada media dan disambut ibunya Supiah yang sudah tua. Ibunya mengatakan kalau Sumaji adalah putra keduanya dari lima bersaudara. Dan memang sejak kecil dia takut untuk disunat.

“Iya, dia takut kalau disunat. Kalau tahu akan dilakukan sunat dia selalu histeris ketakutan dan teriak-teriak hingga akhirnya sampai usia segini (37 tahun) belum juga sunat,” ungkap Supiah.

Sementara Sumaji, saat ditanya kenapa bisa takut tidak bisa menjelaskan. Dia terlihat sulit mengungkapkan dan tangannya ikut mengisyaratkan namun tidak jelas.

Kembali, ibunya menjelaskan kalau Sumaji ini tidak bisa berbicara lancar. Dia sulit berkomunikasi dan agaknya menderita gangguan secara fisik.

“Anaknya ini waktu bayi kena step (deman panas) hingga sekarang jadi begini. Untung ada warga yang perhatian dan membantu ngerih-ngerih (membujuk) agar mau sunat,” ujarnya.

Sementara, penyelenggara khitanan massal, Mohammad Ahsan mengungkapkan keprihatinannya pada Sumaji ini yang sudah berusia banyak namun belum mengikuti sunat yang merupakan sunnah umat muslim.

“Ya prihatin mas, Sumaji ini warga kita meski dia mempunyai kekurangan tapi orangnya baik. Kesehariannya bekerja di pembuangan sampah dan sering membantu kegiatan warga di masjid. Jadi kita selalu membujuknya untuk sunat dan alhamdulilah mau sunat pada hari ini,” tuturnya.

Menurut Ahsan, Sumaji ini meski mempunyai kekurangan secara fisik tapi mempunyai jiwa sosial tinggi. Pria yang kesehariannya bekerja menjadi tukang sampah di Pasar Wlingi ini selalu membantu kegiatan warga seperti kegiatan keagamaan di masjid.

Hingga banyak warga yang juga peduli terutama pada keadaannya yang hingga kini belum sunat. “Pada saat Samuji selesai dan keluar dari ruang sunat diikuti musik Sholawatan. Ibu-ibu banyak yang menangis ikut bahagia akhirnya Samuji mau sunat yang menjadi tanda seorang muslim dewasa sekaligus menjaga kebersihan,” katanya.

Reporter: Arief juli prabowo

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date