Presiden Jokowi Bagikan 5.153 Sertifikat

Malang, koranmemo.com – Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo membagikan setidaknya 5.153 sertifikat tanah secara simbolis di GOR Ken Arok, Kelurahan Buring, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Rabu (28/3) malam. Ribuan sertifikat tersebut, terdiri dari tiga wilayah yakni Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu.

Presiden RI mengatakan, proses pembuatananya dipercepat, tahun kemarin targetnya 5 juta sertifikat, yang tahun ini 7 juta sertifikat untuk seluruh Indonesia. Karena dari 126 juta yang harus diberikan kepada masyarakat, sampai hari ini baru 52 juta sertifikat.

“Separo saja belum ada. Karena sebelumnya, setiap tahun hanya dibagi sekitar 400 ribu sampai 600 ribu sertifikat. Kalau kita nunggu sejumlah itu per tahunnya dibagi maka 160 tahun baru rampung semua untuk dibagi ke warga Indonesia,” ungkapnya.

Dia menambahkan, sebelumnya pihaknya sudah mengatakan ke Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, Sofyan Jalil bahwa jika bekerja ada target yang harus dicapai. Pada tahun 2017 harus tercapai 5 juta sertifikat. “Kalau tidak tercapai 5 juta sertifikat untuk dibagi maka saya ganti. Tapi tahun kemarin sudah tercapai 5 juta lebih sedikit,” ujarnya.

Sementara di seluruh Jawa Timur pada tahun 2023 akan dirampungkan semua. Setiap pihaknya ke kampung, desa, daerah suara yang masuk yakni sengketa lahan atau tanah. Antara masyarakat dengan masyarakat, masyarakat dengan pemerintah urusan pembebasan tanah karena tidak memiliki sertifikat, dan lainnya. “Semuanya sengketa karena belum memegang tanda bukti hak hukum yang namanya sertifikat,” paparnya.

Sementara jika sudah memegang sertifikat untuk dijaga dengan baik. Disimpan di tempat yang baik serta dilapisi plastik agar tidak rusak. “Banyak sertifikat milik warga yang rusak karena dimakan tikus karena tidak disimpan dengan baik,” ujarnya.

Selain itu, kalau sudah memegang setifikat biasanya warga inginnya ‘disekolahkan’. Kalau mau dipakai untuk jaminan ke bank tapi sebelumnya untuk dikalkulasi dulu dan dihitung matang-matang. “Dihitung baik-baik agar bisa mengangsur bulanannya. Kalau tidak bisa mengangsur sebaiknya jangan,” tegasnya.

Untuk diketahui, sekitar 5.153 sertifikat tersebut terbagi dari tiga wilayah di Malang Raya. Meliputi, Kabupaten Malang 4.000 sertifikat, Kota Malang 1.128 seetifikat, sedangkan Kota Batu sebanyak 25 sertifikat.

Reporter: Yudha Kriswanto

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date