PPDB SMK Pakai Ranking NUN

Kediri, koranmemo.com – Penerimaan peserta didik baru (PPDB) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tidak ada zonasi. Guna memastikan siswa bisa diterima hasil Nilai Ujian Nasional (NUN) yang akan dipakai. Hal ini berbeda dengan PPDB Sekolah Menengah Atas (SMA) jarak terdekat rumah siswa dengan sekolah yang paling utama digunakan.

Pelaksanaan PPDB SMK dengan SMA dilakukan secara bersamaan, berbeda dengan tahun lalu yang dilakukan SMA terlebih dahulu. Kondisi ini membuat calon pendaftar harus memastikan memilih sekolah yang akan dituju. Namun, personal identification number (PIN) siswa bisa mengambil di sekolah negeri mana saja.

“Sekarang sudah tidak bisa, gagal di SMA Negeri lalu pindah daftar di SMK Negeri. Karena jadwalnya berbarengan, maka siswa harus yakin mana yang dipilih,” kata Sidik Purnomo Kasi Pendidikan SMK Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur wilayah Kediri, Rabu (12/6).

Ditambahkan, sistem pendaftaran di SMK tetap dilakukan dengan dua sistem yakni sistem offline dan sistem online sama seperti SMA. Hanya, untuk SMK hasil NUN akan menentukan siswa bisa diterima atau tidak pada sekolah yang dituju. “Selain itu ada syarat khusus yakni surat kesehatan. Dan beberapa jurusan juga ada syarat khususnya, seperti syarat tinggi badan untuk jurusan perhotelan, dan tidak buta warna untuk multimedia dan TKJ,” jelasnya.

Terpisah, Waka Kesiswaan SMKN 2 Kota Kediri, Hasan Kanuni mengatakan, pengambil PIN disekolahnya terus berjalan sampai tanggal 20 Juni. Data terakhir, sudah ada 1.000 siswa yang mengambil PIN dari total pagu 648 siswa. Pasalnya, SMKN 2 membuka 18 rombongan belajar dengan satu rombel maksimal 36 siswa.

 “Kebanyakan yang daftar dari kabupaten sekitar 90 persen, warga Kota Kediri juga ada tapi tidak banya. Ada juga yang daftar dari Trenggalek, dan Nganjuk,” ujarnya, Rabu (12/6).

Reporter Zayyin Multazam sukri

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date