PPDB SMA Buka Tiga Sistem

Kediri, koranmemo.com – Pelajar yang akan mendaftar di Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sederajat bisa mengambil PIN di sekolah terdekat mulai 25 Mei. Untuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur menggunakan tiga sistem, online, semi online dan offline.

Kasi Pendidikan SMA/SMK Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Provinsi Jawa Timur Wilayah Kediri, Sidik Purnomo mengatakan, tiga sistem tersebut terbagi dalam online untuk pendaftaran SMA/SMK secara reguler, semi online untuk pendaftaran SMA/SMK jalur prestasi, dan offline untuk siswa Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK). Untuk online dan semi online semua siswa tetap harus mengambil PIN di sekolah terdekat dari rumah calon pendaftar.

“Semi online itu, untuk pendaftaran jalur prestasi, bidikmisi, mitra warga, dan inklusi. Mereka mendaftarnya dengan mengambil PIN lalu daftar secara online di website Dinas Pendidikan Jawa Timur. Setelah itu menyerahkan berkas – berkas persyaratan misal persyaratan piagam untuk prestasi ke sekolah yang dituju. Maka disebut sistemnya semi online,” jelas Sidik.

Lebih lanjut, untuk piagam yang masuk dalam kategori prestasi adalah kejuaraan yang diselenggarakan oleh Pemerintah, atau lembaga yang diakui, dan harus bersifat berjenjang. Sidik menambahkan, untuk siswa yang mendapatkan piagam penghargaan secara nasional namun tidak bersifat berjejang maka piagamnya tidak bisa digunakan untuk mendaftar.

“Yang dimaksud berjenjang itu, misal OSN itu ada lomba mulai tingkat kota dan kabupaten, lalu ke tingkat provinsi, hingga tingkat nasional. Mesti hanya juara di tingkat kabupaten tapi sifat perlombaannya berjenjang maka bisa digunakan untuk mendaftar melalui jalur prestasi. Beda kalau siswa mengikuti kejuaraan dan juara di tingkat nasional tapi lomba itu tidak bersifat berjenjang tetap tidak bisa digunakan untuk mendaftar,” jelasnya.

Sementara, sistem zonasi pada tahun ini lebih diperluas dibanding sistem zonasi pada PPDB tahun lalu. Hal ini dilakukan untuk mempermudah sekolah menjaring siswa sehingga tidak terjadi kekurangan siswa saat pelajaran sudah dimulai.

Reporter: Zayyin Multazam

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date