Postingan Sara Berujung Penjara

Trenggalek, koranmemo.com – Mengunggah kabar bohong bernada provokasi, Shunu Dwi Widodo (22) seorang pemuda di Trenggalek diamankan polisi. Dia dibekuk Tim Satreskrim Polres Trenggalek setelah postingannya di facebook dianggap meresahkan banyak pihak. Dalam postingannya dia menyebarkan kabar bohong tentang sebuah akibat tindakan penganiayaan yang dilakukan salah satu organisasi masyarakat (Ormas) Islam ternama.

Belakangan diketahui postingan yang diunggah akun bernama ‘SHunu Annyeong  Haseyo’ merupakan kabar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Meskipun demikian, postingan yang diketahui pada 6 Mei lalu sempat menyulut amarah salah satu ormas ternama yang disebut. Sebab tindakan yang dilakukan warga RT 40/RW 05 Dusun Krajan Desa Watuagung Kecamatan Watulimo dianggap memicu sebuah pertikaian.“Selain mengunggah kabar bohong, yang bersangkutan juga mengatakan perkataan tidak pantas dan bisa menyulut amarah banyak pihak. Kami apresiasi tim dengan segera mengamankan pelaku sehingga kabar bohong itu bisa segera diluruskan,” kata Kapolres Trenggalek, AKBP Didit Bambang Wibowo S saat konferensi pers di Mapolres Trenggalek, Rabu (22/5).

Dalam postingannya, pelaku mengunggah foto jari bekas sabetan benda tajam yang diketahui merupakan gambar yang diperoleh dari internet. Tak hanya itu, pelaku juga memposting kalimat yang isinya menghina dan mengadu domba sebuah ormas Islam tersebut. Sontak postingan Shunu Dwi Widodo membuat geger jagat maya. Beragam tanggapanpun mencuat.

“Maksud dan tujuan pelaku adalah sengaja mengadu domba, sehingga terjadi chaos dan pertikaian fisik organisasi,” kata Kapolres Trenggalek, sembari menunjukkan beberapa barang bukti postingan yang diwujudkan dalam hasil tangkapan layar (screenshot) yang sudah dicetak berupa lembar.

Rupanya postingannya berbuntut panjang. Tak terima, salah satu perwakilan dari ormas Islam itu akhirnya memilih menempuh jalur hukum. Pelaku diamankan pada 21 Mei 2019 sekitar pukul 11.00 WIB. Kini pelaku hanya bisa menyesali perbuatannya dan dipastikan bakal menikmati lebaran di balik jeruji besi penjara.

“Berkaca dari kasus ini dan juga yang lainnya, kami imbau kepada masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Kami berharap ini menjadi yang terakhir,” pungkasnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat pasal 45 ayat (1) dan (3) UURI nomor 19 tahun 2016 tentang informasi dan transaksi elektronik perubahan UURI nomor 11 tahun 2008 dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara.

Reporter Angga Prasetya

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date