Polusi Masih Menjadi Masalah

PG Meritjan Ditutup ?

Kediri, koranmemo.com –  Polusi udara yang dihasilkan oleh proses giling PG Meritjan masih dikeluhkan oleh warga meskipun mereka telah memperoleh kompensasi dari PG tersebut. Seperti yang diungkapkan Jainah (95), warga Kelurahan Mrican Kecamatan Mojoroto. Selama ini masalah limbah polusi masih tetap menjadi permasalahan utama. “Saya di sini mulai dari dibangunnya PG Meritjan sampai sekarang, dan polusi belum mendapat solusinya, sampai saya terbiasa dengan asap tersebut,” ujar Jainah.

Sementara itu, Arifin, pedagang yang sehari-hari berjualan di jalan PG Meritjan mengatakan, jika terkena angin, polusi bisa mencapai radius 1 kilometer lebih, tergantung arah anginnya. Menurutnya, dampak polusi tersebut sangat mengganggu pernafasan karena kandungan karbonmonoksida (CO) dan partikulat (debu) yang bercampur dengan udara. Selain itu debu yang terbawa angin juga mengotori dagangan miliknya. Sehari bisa membersihkan sekitar dua kali jika terkena debu. Kalau terkena debu dagangan pasti sulit untuk dijual apalagi dagangan makanan dan minuman. “Terlebih warga yang berjarak radius 1 kilometer pasti sering mengeluhkan masalah itu,” kata Arifin.

Willy Saputra(24) warga Desa Jabon, Kecamatan Banyakan Kabupaten Kediri juga mengungkapkan, biasanya warga sekitar PG mendapatkan sosialisasi dari pihak PG Meritjan. Enam bulan sekali PG melakukan buka giling 2 kali dalam satu tahun. “Selain mendapatkan sosialisasi warga juga mendapatkan kompensasi berupa gula setiap buka gilingnya PG, tapi saya sendiri tidak mendapatkannya karena bukan warga asli hanya pendatang yang mengontrak rumah di Desa Jabon ini” ujar Willy.(dha)

 

Follow Untuk Berita Up to Date