Polsek Kertosono Gulung Sindikat Penipuan dan Penggelapan Mobil

Nganjuk, koranmemo.com – Empat orang anggota sindikat penipuan dan penggelapan digulung Unit Reskrim Polsek Kertosono. Ini setelah petugas mendapat laporan dari Rini Dwi Susanti (51) warga Desa Kudu Kecamatan Kertosono Kabupaten Nganjuk.

Keempatnya adalah Indra Yuli Warman S. (49) warga Desa Sekarpuro Kecamatan Pakis Kabupaten Malang, dan Suhartono (49) warga Kelurahan Kedungkandang Kecamatan Buring Kota Malang.

Berikutnya, Mohammad Ilham Adhitiya (32) warga Kelurahan Sawojajar, Malang, serta Mochamad Dodik asal Desa Kebonsari Kecamatan Sukun Kabupaten Malang. Saat ini, Rabu (11/9/2019) mereka masih menginap di ruang tahanan Polsek Kertosono.

“Keempat tersangka yang ditangkap ini mempunyai peran yang berbeda,” kata Kapolres Nganjuk AKBP Dewa Nyoman Nanta Wiranta didampingi Kapolsek Kertosono Kompol Abraham, dalam konferensi pers.

Dewa menjelaskan, terungkapnya kasus ini berawal saat korban kebingungan membayar denda dan angsuran mobil Honda Jazz nopol AG 399 VA miliknya. Selanjutnya dia mengeluh kepada sepupunya, yakni Deny Marwika dan Indra Yuli Warman.

Pada bulan Juni 2019, Indra menyuruh dua orang mengambil mobil tersebut di rumah korban. Sesampainya di Malang, Indra menyuruh Suhartono untuk mencarikan pembeli dengan harapan bisa melunasi hutang-hutangnya.

Lalu oleh Suhartono dicarikan pembeli atau pegadai. Tanpa seizin pemilik (korban), mobil kemudian digadai kepada Ilham dan Dodik. “Mobil laku Rp 37 juta dan Suhartono mendapat fee Rp 20 ribu dan utangnya Rp Rp 7,5 juta lunas,” bebernya.

Pada 22 Agustus 2019 sekitar pukul 08.00 WIB, korban melaporpan kejadian ini ke SPKT Polsek Kertosono. Sore harinya Indra Yuli Warman diundang ke mapolsek dan langsung diajak ke Malang mencari barang bukti. “Ternyata mobil telah diganti plat menjadi B 1088 BYB berikut STNK dan kunci kontaknya,” kata Dewa.

Akhirnya, anggota Unit Reskrim Polsek Kertosono, dapat mengamankan para pelaku, mulai dari pelaku penggelapan, perantara hingga penadahnya. “Modus tersangka, menjanjikan akan mengurus denda cicilan mobil Honda Jazz nopol AG 399 VA, selanjutnya mobil dibawa dengan alasan supaya aman dari debt colector. Tanpa seizin pemilik, mobil digadaikan,” papar Dewa.

Selain para pelaku, petugas juga mengamankan barang bukti 1 unit mobil Honda Jazz yang telah berganti plat nomor. Sedangkan keempat tersangka dikenakan pasal yang berbeda.

Tersangka Indra Yuli Warman dijerat pasal 378 dan atau pasal 372 tentang penipuan atau penggelapan. Tersangka Suhartono dikenakan pasal 378 sub pasal 372 subs pasal 55 ayat (1) KE- 1E Jo pasal 56 KUHP.

Sementara tersangka Ilham dan Dodik yang turut serta melakukan perbuatan dengan menerima gadai, polisi menerapkan pasal 378 sub pasal 372 subs pasal 480 KUHP. “Kasus masih terus kita kembangkan,” pungkas Dewa.

Reporter : Muji Hartono
Editor      : Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date