Polres Madiun Gagalkan 2 Bus Rombongan Peserta Aksi 22 Mei

Madiun, koranmemo.comTim gabungan Polres Madiun dan TNI menggagalkan setidaknya 87 orang yang diduga akan mengikuti aksi 22 Mei di Jakarta dengan menggunakan dua unit bus Pariwisata.

Mereka diamankan di rest area 626 Kecamatan Saradan, saat petugas melakukan Penyekatan/ Sweping dipimpin Kapolres Madiun AKBP Ruruh Wicaksono, dan Dandim 0803/Madiun Letkol Czi Nur Alam Sucipto, Selasa (20/5) sekitar pukul 01.30 dini hari.

Kapolres Madiun, AKBP Ruruh Wicaksono membenarkan 2 unit bus dengan penumpang 87 orang berhasil digagalkan saat hendak ke Jakarta mengikuti aksi 22 Mei.

“Hasil pemeriksaan bus, ditemukan tiga kardus, berisi 214 bendel berjumlah 1.784 lembar dokumen salinan form C1, DA1, DAA1 dan DB1, tidak ada senjata tajam karena sata hendk berangkat mereka sudah diimbau untuk tidak membawa benda tajam,” tuturnya.
Dokumen-dokumen yang dibawa rombongan dari Ponpes Hidayatullah Surabaya tersebut terdiri dari daerah Kediri, Blitar, Trenggalek, Tulungagung, Nganjuk dan satu kecamatan dari Madiun.

“Saat kita tanya milik siapa semua tidak tahu, katanya ada orang yang menitipkan saat akan berangkat,” kata AKBP Ruruh.

Selain mengecek barang yang berada di bagasi, tim razia juga melakukan pemeriksaan terhadap penumpang, dengan cek KTP. Diketahui penumpang berasal dari beberapa daerah Jawa Timur, seperti Madura, Probolinggo dan juga Surabaya.

Selesai melakukan pemeriksaan, kedua bus beserta penumpang diamankan di Gor Panaluan, Mapolres Madiun. Disana penumpang dimintai keterangan lebih lanjut atas keberangkatan mereka menuju Jakarta. Berdasarkan pengakuan mereka akan mendatangi undangan buka bersama pada Selasa (21/5) dan sahur bersama keesokan harinya di Jakarta yang di broadcast melalui whatsapp. Banyak dari mereka yang tidak saling kenal, karena memang siapapun yang berkenan boleh mengikuti, tidak hanya dari satu daerah melainkan dari beberapa daerah.

“Saat ditanya alamat tujuan pun mereka tidak tahu, pokoknya berangkat memenuhi undangan melalui WA dari temannya itu, mereka pun mengaku tidak dipungut biaya sepeser pun bahkan bus sudah disiapkan secara gratis,” paparnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan, Selasa (21/5) sekitar pukul 13.50 WIB, rombongan dipulangkan ke Surabaya dengan pengawalan dari pihak kepolisian.

Sementara Humas Organisasi Masyarakat (Ormas) Hidayatullah, Muhammad Ibnu Mas’ud dari Yayasan Darul Maddinah, Kelurahan Kejawan Putih Tambak Surabaya, selaku koordinator lapangan dari rombongan mengaku mendapat undangan dari salah satu teman untuk mengikuti buka dan sahur bersama di Jakarta.

“Belum tahu tempatnya, mau karena adanya undangan buka bersama, doa bersama, jadi harus dihadiri,” katanya.

Ia mengatakan rombongan berkumpul di depan Kelurahan Kejawan Putih Tambak seusai salat tarawih, kemudian berangkat menggunakan akses tol dan menghentikan perjalanan di rest area Saradan dengan maksud akan mengisi kartu tol.

“E-Tol habis, dari informasi e tol sampai Jakarta mencapai 600 ribu, sehingga istirahat di rest area untuk mengisi,” ujarnya.

Bapak dari tiga orang anak ini mengatakan awalnya rombongan yang berangkat ditargetkan satu bus dengan 55 penumpang. Dan ternyata peminat berlebih sehingga disewakan dua bus yang terisi 87 penumpang. Bus pun telah disediakan oleh temannya secara cuma-cuma, rombongan pun tidak ada yang ditarik biaya.

“Terus terang saya tidak tahu siapa yang membiayai, yang jelas saya yakin bukan teman saya ini karena dia orang biasa (bukan oreng kaya),” ucapnya.

Saat ditanya tentang berkas yang berada di dalam kardus ia tidak tahu menahu. Namun ia mengaku ada yang memasukkan kardus berisi kurma dan minuman ke dalam bus saat akan berangkat, mereka pun tidak mengecek isinya.

“Yang punya mungkin naik kereta hari ini, tidak ada dalam rombongan bus,” kata Mas’ud.

Reporter Juremi

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date