Polres Dan PSHT Jalin Kesepatan Damai

Tulungagung, koranmemo.com – Polres Tulungagung gelar rapat koordinasi (rakor) pengamanan pengesahan warga baru perguruan pencak silat persaudaraan setia hati terate (PSHT), pada Kamis (29/09) yang dihadiri oleh perwakilan tokoh dari seluruh perguruan pencak silat yang ada di Kabupaten Tulungagung. Dalam rakor tersebut telah tercapai kesepakatan damai antara pihak Polres dengan PSHT, dan sepuluh perguruan pencak silat lainnya.

Kapolres Tulungagung AKBP FX Bhirawa Braja Paksa mengatakan, rakor ini dilaksanakan guna menjaga kelancaran kegiatan malam wisuda atau sah – sahan warga baru dari perguruan PSHT yang jatuh pada 06 Oktober mendatang. Dimana kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan pada malam satu suro. “Kami bukan berarti ingin mengintimidasi suatu perguruan. Kami ingin mengamankan kegiatan sah sahan agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat nantinya,” katanya.

Dalam rakor yang dihadiri oleh sekertaris daerah (Setda) Indra Fauzi dan sepuluh perguruan pencak silat meliputi Cipta Sejati, Porsigal, ASAD, Pagar Nusa, Kera Sakti, Pamur, Cempaka Putih, Tapak Suci, Kramat Asmo Jati, PSHT Winongo, Bintang Surya, dan terakhir PSHT sendiri. Tercapai kesepatan damai, dimana tertuang dalam kesepatan tersebut diantaranya.

Perguruan PSHT cabang Tulungagung bersedia dan wajib menjaga situasi kamtibmas yang aman, tertib dan kondusif, dengan tidak melakukan perbuatan yang profokatif dan anarkis. Perguruan PSHT bersedia dan wajib menjaga hubungan serta saling menghormati antar anggota perguruan pencak silat lainnya. Untuk menghindari permasalahan yang lebin besar masing- masing ketua/ sesepuh yang dituakan di perguruan PSHT, bertanggung jawab terhadap anggotanya dan bersedia menyelesaikan permasalahan dengan profesional dan prosedural.

Yang terpenting pada saat pelaksanaan pengesahan warga baru, perguruan PSHT yang menghadiri adalah warga baru dan pendamping yang telah ditunjuk, apabila ada anggota PSHT yang lain, penggembira/masyarakat yang tidak terkait hadir dalam kegiatan tersebut agar dikembalikan dan diberikan sanksi. Terakhir seluruh Ketua yang dituakan pada perguruan PSHT bersedia dan wajib bertanggung jawab apabila ada oknum yang berbuat onar dan terlibat tindak pidana untuk segera mengenali dan secepatnya menyerahkan kepada pihak Kepolisian.

“Dalam hasil rakor tercapai lima kesepakatan sebelum kegiatan dilaksanakan nantinya. Dan telah ditandangani oleh perguruan PSHT dan seluruh perguruan pencak silat lainnya,” terangn AKBP Bhirawa Braja Paksa, seusai memimpin rakor pengamanan pengesahan warga baru perguruan PSHT, Kamis (29/09).

Bhirawa menegaskan pihaknya akan melakukan tindakan tegas kepada setiap pendekar pencak silat dari seluruh perguruan, jika melakukan keributan pada malam sah-sahan tersebut. Karena telah beberapa kali diadakan perdamaian kepada perguruan pencak silat yang bertikai, namun selalu di langgar dan bentrokan tersebut tetap terjadi. “Jika mereka tidak mau berurusan dengan hukum agar pelanggaran tersebut diselesaikan di tingkat perguruan,” tegasnya.

Disamping itu, Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Tulungagung Handoyo mengatakan pihaknya sudah sering melakukan komunikasi dengan pengurus PSHT atapun perguruan lainya. Apabila anggota atau murid perguruan pencak silat melanggar kesepakatan yang di buat oleh pengurus dangan aparat keamanan yang bersifat kriminal. Oknum tersebut akan diserahkan penindakannya kepada polri. “Namun jika pelanggaran terkait kode etik perguruan, maka akan di tindak secara internal sesuai pelanggarannya,” ujarnya.

Disamping itu, Sekretaris Daerah (Setda) Pemkab Tulungagung Indra Fauzi menambahkan, Pemkab mengapresiasi Polri yang mengumpulkan para pendekar dalam kegiatan ini. Pemerintah secara tegas, oknum atau personel perguruan yang mencoreng nama baik Tulungagung harus di tindak. “Kami sangat mengapresiasi peran Polri dalam hal ini. Jika ada oknum yang membuat nama Tulungagung tercemar agar ditindak tegas,” pungkasnya. (den/Jb)

 

Follow Untuk Berita Up to Date