Polres Bentuk Tim Khusus Kasus Miras Yang Menewaskan 3 Orang

Trenggalek, koranmemo.com – Kepolisian Resort Trenggalek telah membentuk tim khusus untuk menyelidiki kasus minuman keras (miras) pembawa maut yang menewaskan tiga warga Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek. Sebelumnya tujuh warga Kecamatan Watulimo dilaporkan mengalami over dosis (OD) pasca menggelar pesta miras pada malam sebelum pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades), Jumat (8/2). Pesta miras itu diduga berlangsung selama tujuh jam.

Kapolres Trenggalek, AKBP Didit Bambang Wibowo S mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima pesta miras itu diduga berlangsung mulai pukul 21.00 WIB hingga pukul 04.00 WIB. Pasca menggelar pesta miras, keesokan harinya tiba-tiba kondisi kesehatan mereka melemah sehingga harus menjalani perawatan intensif. Beberapa diantaranya meninggal dunia saat menjalani perawatan.“Untuk korban yang dapat kami ketahui saat ini ada tujuh. Dua korban meninggal pada hari Minggu (10/2) dan tadi (Senin, red) satu korban meninggal sekitar pukul 12.00 WIB. Yang lainnya masih menjalani perawatan medis,” kata Kapolres Trenggalek saat dikonfirmasi di Mapolres Trenggalek, Senin (11/2).

Kapolres Trenggalek telah menyelidiki kasus tersebut dengan memeriksa sejumlah saksi dan mengamankan sejumlah alat bukti. Sayangnya Kapolres Trenggalek enggan berkomentar lebih jauh ketika dikonfirmasi perihal asal muasal barang haram tersebut.

 Pasalnya sebelumnya dalam operasi ‘Tumpas Narkoba Semeru 2019’ pihaknya telah mengamankan puluhan liter miras. “Kami telah membentuk tim gabungan untuk mengungkap peristiwa tersebut,” jelasnya.

Hanya saja dia menyebut berdasarkan penyelidikan yang sudah dilakukan miras pembawa maut itu bukan berasal dari Kabupaten Trenggalek. Pihaknya menyebut telah mengamankan sejumlah barang bukti dan telah memintai keterangan beberapa saksi, termasuk mengamankan orang yang ditengarai paling bertanggung atas meninggalnya tiga orang tersebut.

“Dari hasil penyelidikan tersebut sudah ada beberapa barang bukti yang kami amankan, diantaranya ada beberapa orang yang kami amankan. Miras ini bukan dibeli dari Trenggalek, pelaku membeli dari luar kemudian dibawa kesini untuk diminum bersama-sama bersama rekan-rekannya,” pungkasnya.

Untuk diketahui, sebelumnya tiga warga Kecamatan Watulimo meninggal dunia diduga usai pesta miras. Dua korban yakni H (45) dan E (30) meninggal pada hari Minggu (10/2) dan Senin (11/2), pada saat menjalani perawatan di RSUD Soedomo Trenggalek. Mereka mulai menjalani perawatan di RSUD Soedomo pada Sabtu (9/2).

Satu korban lainnya, yakni O (30) meninggal dunia saat menjalani perawatan di Puskesmas Watulimo Kecamatan Trenggalek. Sementara korban lainnya yakni AP (26), NN (30), RF (27) dan EK (27) masih menjalani perawatan medis, baik di Rumah Sakit Dokter Iskak Tulungagung maupun di Puskesmas Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek.

Reporter Angga Prasetya

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date