Politisi Demokrat Dipanggil KPK

Kasus Korupsi PBM

Madiun, koranmemo.com –  Sejumlah politikus Partai Demokrat Kota Madiun dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk diperiksa dalam kasus dugaan korupsi dan gratifikasi dalam proyek Pasar Besar Madiun (PBM). Pemeriksaan dilakukan Mako Brimob Detasemen C Pelopor Madiun, Selasa (1/11). Mereka yang dipanggil, yakni mantan Ketua DPRD Kota Madiun periode 2009-2014 Tohir Rochani, Ketua Komisi III periode 2009-2014 Roby Rohmana, dan Ketua Komisi III periode 2014-2019 Bondan Pandji Saputro. Ketiganya diperiksa sebagai saksi dalam kasus yang menjerat Walikota Madiun, Bambang Irianto.

Bondan Pandji Saputro, tiba di Mako Brimob sekitar pukul 09.20 WIB, dengan menggunakan kendaraan dinas bernopol AE 483 BP. Berselang 10 menit, Roby juga datang menggunakan kendaraan pribadinya bernopol L 1384 JR. Sedangkan Tohir tiba di Mako Brimob, lima menit kemudian menggunakan kendaraan pribadi nopol AE 725 BK.”Kapasitasnya sebagai mantan ketua komisi. Ini baru ditanya terkait tupoksi saja. Kalau mantan dewan hari ini yang datang hanya saya dan Pak Tohir saja. Ini baru tiga pertanyaan,”kata Roby Rohmana ditemui usai shalat Dzuhur di Masjid Mako Brimob sembari berjalan memasuki ruang pemeriksaan, Selasa (1/11).

Sementara itu, Tohir Rochani mengaku baru diminta oleh tim penyidik untuk mengisi biodata. Ia berdalih sama sekali tak terlibat dalam proyek yang dikerjakan oleh PT Lince Romauli Raya, meskipun kala itu dirinya sebagai Ketua DPRD. Tohir justru menuding, Ketua Komisi II kala itu dijabat oleh Istono dan Ketua Komisi III lah yang mengetahui betul kronologis proyek PBM.”Pada saat pembangunan PBM, saya sebagai ketua DPRD. Saya itu hanya sebagai tukang sapunya saja, karena yang punya anggaran itu Komisi II, sedangkan pembangunannya ada di Komisi III,”ucapnya.

Senada diungkapkan Ketua Komisi III DPRD Kota Madiun aktif, Bondan Panji Saputro. Sampai pukul 12.30 WIB, dirinya baru diminta mengisi biodata, sebelum menjalani pemeriksaan. Panji mengakui, perusahaannya tidak ikut dilibatkan dalam pembangunan proyek PBM. “Kami nggak ada pekerjaan disana kok (PBM,red). Saya baru disuruh ngisi biodata saja,”paparnya.

Dalam kesempatan itu, KPK juga memanggil Sekda Kota Madiun Maidi, untuk diperiksa sebagai saksi tersangka Bambang Irianto. Namun hingga berita ini diturunkan, Maidi belum memberikan keterangan soal pemeriksaannya. (adi/jur)

 

Follow Untuk Berita Up to Date