Polisi yang Juga Berprofesi Ustadz Guru Ngaji

Brigadir Dedi Mahendra Sukma

 

Trenggalek, koranmemo.com – Brigadir Dedi Mahendra Sukma, Bhabinkamtibmas Desa Surenlor Kecamatan Bendungan ini keberadaannya sudah benar-benar menyatu dengan masyarakat. Profesi Polri yang melekat pada dirinya dimanfaatkan betul untuk mengabdikan seluruh hidupnya membangun citra positif insan Tribrata dimata masyarakat. Melalui pendekatan keagamaan, Dedi sapaan akrabnya itu terus konsisten dalam membangun dan membina warganya agar memiliki karakter terpuji dan berakhlakul karimah.

Beragam kegiatan yang menunjukkan keakraban dan kepedulian kepada warganya mengisi hari-hari bapak satu anak ini di sela-sela tugas kedinasannya.

Sejak pagi, Dedi memulai aktivitasnya dengan kegiatan pengaturan lalu lintas. Pukul 06.00 WIB, dia sudah harus berdiri di salah satu pertigaan Desa Surenlor untuk membantu menyeberangkan para pengguna jalan maupun mengatur kelancaran aktivitas pagi masyarakat.

Budaya masyarakat pedesaan yang cenderung mengabaikan pentingnya ketertiban berlalu lintas menjadi sarapan pagi Dedi setiap harinya. Saat penampilan pagi itulah, ia selalu menjumpai para pengendara terutama para remaja usia sekolah yang tak tertib berlalu lintas. Berbagai cara ia tempuh untuk memberikan pemahaman kepada para pelajar agar semakin patuh terutama saat berkendara di jalan raya. Mulai dari teguran simpatik hingga hukuman fisik ia berikan untuk memberikan efek jera kepada mereka. Termasuk yang ia lakukan kepada para pelajar yang tak membawa helm ini, ia pun berikan hukuman dengan membaca Surat Yasin.

Brigadir Dedi saat menghukum pelajar yang tak tertib berlalu lintas dengan membaca surat Yasin

“Tak hanya baca surat Yasin saja, kadang mereka saya suruh menghafal surat-surat pendek. Hukuman kepada pelajar harus bersifat edukatif,” kata Brigadir yang berpredikat sebagai Dai Kamtibmas terbaik tingkat Polres se-Polda Jatim ini, Senin (14/11).

Saat memberikan hukuman kepada pelajar itulah, Dedi tak lupa menghubungi pihak sekolah untuk memberitahukan bahwa beberapa muridnya sedikit terlambat. Hal itu ia lakukan agar si pelajar yang dihukum tadi tak terburu-buru untuk sampai di sekolah. Keselamatan mereka selama di perjalanan pun tetap terjaga.

Usai kegiatan pos pagi tersebut, Brigadir Dedi menuju Polsek Bendungan, tempat ia berdinas sehari-hari. Setelah pelaksanaan apel pagi di Mapolsek, beberapa rencana kegiatan hari itu telah tersusun rapi. Pukul 10.00 WIB, Brigadir Dedi bersama Kapolsek Bendungan dan 3 Pilar mengadakan kegiatan patroli harkamtibmas.

Di tengah perjalanan, rombongan pun melihat beberapa warga yang sedang cangkrukan di salah satu warkop pinggir sawah. Saat itulah rombongan menghampiri warga yang sedang bersantai di WTS (Warung Tengah Sawah) yang lokasinya berdekatan dengan balai desa Surenlor ini.

Momen tersebut dimanfaatkan oleh rombongan 3 Pilar yang dipimpin Kapolsek Bendungan AKP Sukeni, SH untuk bersilaturahmi sekaligus membahas segala permasalahan warga baik yang berkaitan dengan kamtibmas maupun yang menjadi trending topik dewasa ini. Obrolan pun pun semakin gayeng saat secangkir kopi dan hidangan khas pedesaan melengkapi sajian di siang yang cukup terik itu.

“Ini sebagai wujud kedekatan kami dengan masyarakat. Peran 3 Pilar harus optimal untuk menampung sekaligus memberikan solusi kongkrit terhadap segala permasalahan masyarakat,” terang Kapolsek Bendungan, AKP Sukeni, SH.

Permasalahan yang dibahas pun seputar perbaikan jalan desa, keamanan lingkungan, optimalisasi peran karang taruna hingga pendistribusian pupuk kepada para petani. Dengan bijak, Brigadir Dedi yang kebetulan duduk di tengah itu tampak memberikan penjelasan kepada warganya. Tampak raut muka gembira saat para warga menyimak penjelasan polisi ramah ini.

Sementara itu. waktu menunjukkan pukul 11.55 WIB, rombongan pun melanjutkan perjalanannya untuk persiapan menunaikan ibadah salat Dhuhur. Salat Dhuhur berjamaah di masjid Taqwa ini pun dipimpin oleh Brigadir Dedi. Kesempatan tersebut ia gunakan pula untuk memberikan siraman rohani kepada para jamaah. Mengambil tema korelasi keimanan dan keamanan, para jamaah tampak serius mencermati setiap ucapan sang Dai muda ini.

Mengutip salah satu penjelasan Imam Ghozali, Dedi juga sampaikan tentang bagaimana seseorang dikatakan khusu’ dalam salatnya.

“Seseorang dinyatakan khusu’ dalam salatnya ialah mereka yang terjaga dari perbuatan tercela mulai dari salam hingga takbir. Artinya sejak salam pertama hingga takbir salat berikutnya, hamba Allah itu mampu menahan hawa nafsunya dari perbuatan keji dan mungkar, begitu seterusnya,” tandas Dedi.

Kultum pun ditutup dengan doa bersama, segenap rombongan istirahat sejenak sambil menikmati sejuknya udara di Desa Surenlor. Tepat pukul 14.00 WIB, kru polrestrenggalek.com dan TvOne terus mengikuti langkah Brigadir Dedi. Pada jam tersebut, jadwal Brigadir Dedi untuk mengajar mengaji di salah satu madrasah yang ada di Desa Surenlor. Murid-murid yang rata-rata duduk di bangku sekolah dasar itu sudah menunggu kedatangan Brigadir Dedi. Pelajaran mengaji pun dimulai. Kru terus mengabadikan setiap momen di madrasah Darul Ulum Desa Surenlor ini.

Di sela-sela waktu mengajar, kru sempat mewawancarai Supini, salah satu guru mengaji yang menemani Brigadir Dedi sehari-harinya.

“Pak Dedi orangnya ramah dan sangat membantu kami khususnya dalam mengajar anak-anak di madrasah Darul Ulum ini. Sejak kedatangan beliau, murid-murid yang mengaji di sini terus bertambah. Awalnya sekitar 50 anak, alhamdulillah sekarang sudah mencapai 70 lebih mas,” ucap Supini sambil tersenyum.(haz)

Follow Untuk Berita Up to Date