Polisi : Tempat Sampah Jadi Tempat Menaruh Sabu dan Pil Koplo Saat Transaksi

Jombang, koranmemo.com – Tempat sampah plaza dan taman perkotaan menjadi tempat yang biasa digunakan untuk menaruh barang saat bertransaksi narkotika jenis sabu maupun obat keras berbahaya (okerbaya) pil dobel L oleh jaringan yang terlibat dalam peredaran kedua barang terlarang tersebut.

Pola seperti ini ditemukan oleh pihak Satresnarkoba dari pengungkapan kasus sejak awal Januari sampai minggu ke tiga Maret 2019. “Sistemnya tetap ranjau. Jadi antara bandar dan pengedar ini menyepakati mengambil barang di tempat sampah salah satu plaza di Surabaya dan taman kota di Sidoarjo,” kata Kasat Resnarkoba Polres Jombang AKP Mochamad Mukid, saat merilis kasus tangkapan Jumat (22/3) sore.

Mukid juga mengakui sulitnya membekuk para bandar lantaran saat pendalaman kasus terhadap pengedar yang tertangkap, mengaku jika nomer dalam mode pribadi. “Susahnya antara pengedar dan bandar ini berkomunikasi dengan nomer pribadi yang tersembunyi. Itu kesulitan kami,” sambung Mukid.

Mukid juga mengaku bekerja sama dengan Polda Jatim untuk melakukan penelusuran nomer-nomer yang disembunyikan dalam transaksi. “Kita bekerjasama dengan bidang IT (Polda Jatim) juga,” ujarnya.

Sementara selama hampir 3 bulan terakhir, Satresnarkoba Polres Jombang bersama polsek jajaran, berhasil mengungkap total sebanyak 91 kasus dengan berhasil menangkap 108 tersangka.

“Itu baik kasus sabu-sabu maupun pil dobel L. Para tersangka yang kita tangkap laki-laki semua. Dua diantaranya resedivis,” ungkap Mukid.

Masih menurut Mukid, dalam pengungkapan ini, pihaknya menyita barang bukti 57,6 gram sabu-sabu dan 36.282 butir pil koplo dobel L.

“Para tersangka dijerat dengan pasal berbeda. Sabu Pasal 114, 112, 127 Undang-undang No 35 Tahun 2009, dengan ancaman 12 sampai dengan 20 tahun penjara. Kalau pil koplo Pasal 196 Undang-undang No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan,” pungkasnya.

Reporter Agung Pamungkas
Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date