Polisi Selidiki Kasus Kerusuhan Muswil PAN Jatim

Kediri, Koran Memo – Satreskrim Polres Kediri Kota masih melakukan penyelidikan atas laporan perusakan dan pengeroyokan yang terjadi saat berlangsungnya musyawarah wilayah (muswil) Partai Amanat Nasional (PAN) Jawa Timur. Petugas masih melakukan pemeriksaan terhadap korban dan saksi mengenai kasus yang terjadi di Hotel Insumo Kediri, Selasa (11/8) lalu.

Petugas mengamankan beberapa barang bukti atas laporan dugaan perusakan dan pengeroyokan di Polres Kediri Kota (amid/memo)
Petugas mengamankan beberapa barang bukti atas laporan dugaan perusakan dan pengeroyokan di Polres Kediri Kota (amid/memo)

Kasubbag Humas Polres Kediri Kota AKP Anwar Iskandar mengungkapkan awalnya pihak kepolisian menyarankan kedua belah pihak menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan. Pasalnya kasus perusakan dan pengeroyokan ini merupakan masalah intern Partai Amanat Nasional (PAN). “Kita sarankan pelapor untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan terlebih dahulu. Pasalnya dugaan perusakan dan pengeroyokan ini merupakan masalah intern partai,” tegas AKP Anwar.

Namun tampaknya pihak panitia tidak terima dengan aksi perusakan dan pengeroyokan yang dilakukan Amar dan teman-temannya. Pihak panitia ingin tetap melankjutkan kasus ini ke ranah hukum karena telah mengakibatkan kerusakan material sebesar Rp 25 juta dan mengakibatkan seorang penjaga keamanan bernama Slamet mengalami luka-luka.

Seperti diberitakan sebelumnya perhitungan suara muswil diwarnai aksi keributan. Peristiwa pengrusakan dan pengeroyokan ini terjadi saat perhitungan suara dilakukan. Sekelompok massa tiba-tiba datang dan meneriakkan kata-kata yang tidak pantas.

Beberapa orang dari massa yakni Wakil Bupati Non Aktif Lamongan, Amar Saifudin. Selain itu ada dua anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Basuki Babussalam dan Agus Maimun, anggota DPRD Banyuwangi, Sugiarto, dan anggota DPRD Sidoarjo, Haris.

Tidak hanya itu, massa juga melakukan pelemparan kursi di ruang penghitungan suara. Hal tersebut mengakibatkan beberapa barang yang ada di dalam ruangan rusak. Diantaranya papan yang digunakan untuk perhitungan, kotak suara, kursi dan beberapa barang lainnya.

Selain melakukan perusakan, massa yang diketahui adalah Amar dan kawan-kawan ini juga melakukan penganiayaan yang dilakukan massa terhadap salah satu petugas keamanan. Amar dan massa lainnya mendorong dan menginjak-injak Slamet di ruang perhitungan.

AKP Anwar menegaskan pihak kepolisian saat ini masih mendalami laporan tersebut. Petugas telah mengamankan beberapa barang bukti dan akan melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap para terlapor. Apabila dari hasil penyelidikan terbukti maka Amar Cs bisa dijerat dengan pasal 406 KUHP tentang perusakan barang dan pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan. (c5)

Follow Untuk Berita Up to Date