Polisi Pastikan Dua PL “Mom” Meninggal Karena Sakit

Madiun, koranmemo.com – Kepala Kepolisian Sektor Mejayan AKP Pujiyono memastikan kematian dua pemandu lagu (PL) karaoke Mom Entertainment, Grace dan Tika, karena sakit

“Meninggal karena riwayat penyakit menahun. Bukan overdosis menenggak minol (minuman alkohol, Red),’’ katanya, kemarin (27/12).

Dijelaskan, hasil penyelidikan menemukan sejumlah fakta yang memperkuat dugaan kematian perempuan bukan overdosis minol. Grace punya riwayat penyakit hipertensi dari pengakuan keluarga dan tetangga kos yang sering dimintai tolong.

“Tensi darah Grace mencapai 180/90 pada Rabu pagi (19/12) hari ketika meninggal dunia. Data itu hasil pemeriksaan dokter instalasi gawat darurat (IGD) RSI Aisyiyah tempat Grace dirawat,”jelas Pujiyono.

Fakta memperkuat lainnya adalah jeda waktu dua hari. Antara peristiwa melayani tamu hingga kejadian meninggal. Tenggat tersebut sulit untuk mengarah dugaan overdosis. Apalagi, di hari kedua pasca nge-room atau Selasa (18/12), Grace beraktivitas biasa.

Malamnya mengeluh sakit hingga akhirnya dibawa ke rumah sakit oleh teman kosnya. Nyawanya tidak tertolong keesokan paginya. ‘’Setelah nge-room kondisinya baik-baik saja. Bahkan Grace pulang ke Nganjuk naik mobil nyetir sendiri,’’ bebernya sembari menyebut Grace PL yang tidak setiap hari kerja di Kabupaten Madiun.

Diketahui, Grace dan Tika meregang nyawa selang beberapa hari setelah menemani tamu nge-room di Mom, Senin pekan lalu. Tika perempuan asal Ciamis, Jabar, meninggal dunia di IGD RSUD Caruban pada Rabunya.

Sedangkan Grace meninggal di tempat kos di hari yang sama dengan Tika. Manajemen Mom Entertainment melalui kuasa hukumnya Sugiarto membantah bila Grace dan Tika tewas overdosis minuman keras (miras) jenis bir. ‘’Keduanya meninggal karena sakit,’’ kata Sugiarto kemarin (27/12).

Ditegaskan, saat Grace dan Tika mendampingi tamu luar Kabupaten Madiun, Senin pekan lalu (17/12), di meja hanya bir hitam dan putih. Tidak minuman berakohol (minol) produk luar negeri seperti isu yang merebak belakangan ini.

Tidak ada kejadian apa-apa setelah aktivitas berdendang berakhir pukul 23.30. ‘’Mereka semua pulang ke tempat tujuan masing-masing dan keesokannya (Selasa) beraktivitas biasa,’’ bebernya.

Reporter: Juremi

Editor: Della Cahaya

Follow Untuk Berita Up to Date