Polemik Pungutan Sewa Kios Terminal Mulyorejo, Ini Jawaban Dishub Kota Malang

Malang, koranmemo.com – Setelah sempat menjadi polemik terkait penarikan restribui sewa kios senilai Rp 1 juta dan sempat membuat puluhan pedagang mendatangi Kelurahan Mulyorejo,ternyata penarikan uang sewa kios oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang itu berdasarkan Peraturan Daerah (Perda).

Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang Dr. Handi Priyanto AP, MSi saat dikonfirmasi mengatakan, penarikan sewa itu berdasarkan Perda Nomor 2 Tahun 2011 tentang retribusi jasa usaha dan Perwali No 15 Tahun 2010.

“Di Perda itu dijelaskan tentang penarikan restribusi yakni 150 meter persegi. Jadi berapa kali berapa ya dikalikan, hasilnya sekitar Rp 1 Juta untuk di Terminal Mulyorejo. Dan itu hanya untuk bulan Juni-Desember 2019,” jelasnya, Selasa (13/08).

Dijelaskan, penarikan uang sewa ini berlaku untuk sistem kontrak selamanya, sebelum ada Perda baru lagi. “Jadi para pedagang tersebut berdalih, jika 23 kios yang ada di Terminal Mulyorejo merupakan miliknya, karena merupakan pindahan dari Pasar Krempyek di tahun 2001 lalu,” terangnya.

Bahkan pihak Dinas Perhubungan Kota Malang juga tidak memperdulikan tentang apa yang dilakukan pedagang, walaupun tidak mau membayar kontrak Rp 1 juta dan tidak mau tanda tangan sewa. Menurutnya, apa yang dilakukan pihaknya telah sesuai peraturan daerah.

” Kita cuma meluruskan sesuai perda, karena kalau kita ketahui ternyata di lokasi tersebut banyak kios yang disewakan ke orang lain atau malah menjadi garasi mobil,” ungkapnya.

Dalam waktu dekat pihaknya akan melaporkan hasil ini ke Wali kota, agar ada jalan keluarnya. Karena diketahui sampai saat ini pihak pedagang tetap bersikukuh tidak mau pergi dari lokasi.

Reporter Arief juli prabowo
Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date