Polda Jatim Gerebek Pabrik Snack Ilegal, 1 Pemilik dan 8 Karyawan Diamankan

Sidoarjo, koranmemo.com – Tim Satgas Pangan Polda Jatim berhasil menggerebek pabrik makanan ringan kemasan yang bahan produksinya diduga menggunakan campuran zat kimia jenis tawas dan bumbu penyedap rasa sudah kedaluwarsa, Kamis (14/03/2019).

Berhati-hati dan wajib mencurigai jika kita mendapati makanan ringan kemasan dengan harga murah. Sebuah pabrik makanan ringan dalam kemasan tak berizin yang diketahui milik UD. Davis  berada di kawasan Dusun Dodokan Desa Tanjungsari, Kecamatan Taman, Sidoarjo digerebek Satgas Pangan Polda Jatim.

Pada saat penggerebekan rumah yang dijadikan tempat produksi hingga packaging ini, Satgas Pangan Polda Jatim berhasil mengamankan ratusan ton makanan ringan dalam kemasan berbagai jenis siap kirim.

Dari hasil pemeriksaan polisi sementara, diketahui jika produksi makanan ringan tersebut berbahan baku zat kimia berjenis tawas. Tak hanya itu, bumbu penyedap rasa yang digunakan juga sudah kedaluwarsa.

Dari penggerebekan itu, seorang pria berinisial DV berhasil diringkus. Pria 48 tahun tersebut disebut anggota kepolisian sebagai pengelola sekaligus pemilik usaha.

Direskrimsus Polda Jatim, Kombes Pol A. Yusep mengungkapkan, sudah tiga tahun pabrik makanan ringan ini beroperasi. Pihaknya juga menyebut jika produk makanan ringan yang beromzet hingga Rp 300 juta per bulan itu dipasarkan di sejumlah kota besar di Jawa Timur.

“Tidak main-main, pabrik makanan ringan ini mampu memproduksi sekitar 500 Kilogram setiap harinya. Dipasarkan di, Sidoarjo, Surabaya, Mojokerto, Jember dan kota besar di Jatim lainnya,” ujar Kombes Pol A. Yusep disela-sela penggerebekan, Kamis (14/03/2019).

Penggerebekan pabrik makanan tak berizin ini bermula adanya laporan dari masyarakat. Kemudian pihak kepolisian menindaklanjuti praktik ilegal tersebut.

Untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut, saat ini tempat kejadian perkara (TKP) untuk sementara diberi garis larangan polisi.

Sebanyak 8 karyawan dan seorang pemilik sekaligus pengelola pabrik diamankan ke Mapolda Jatim untuk proses lebih lanjut.

Reporter Yudhi Ardian

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date