Plengsengan Ambrol, Puluhan Hektar Sawah Terancam

Tulungagung, Koran Memo – Plengsengan sungai yang melintas di kawasan Desa/Kecamatan Bandung Kabupaten Tulungagung ambrol dan hingga belum mendapat perhatian pemerintah setempat. Bahkan informasi di lokasi, ambrolnya plengsengan sudah kali kedua. Terakhir terjadi sekitar seminggu lalu saat hujan deras dan banjir menerjang.  Warga merasa khawatir jika tanggul jebol, puluhan hektar sawah terancam kebanjiran.

plengsengan ambrol: Plengsengan di Desa/Kecamatan Bandung Ambrol. (deny/Koran Memo)
plengsengan ambrol: Plengsengan di Desa/Kecamatan Bandung Ambrol. (deny/Koran Memo)

Informasi yang berhasil dihimpun, saat plengsengan ambrol pertama setahun lalu, warga bersama TNI, Polisi dan BPBD, sempat bekerja bakti membuat tanggul sementara. Memanfaatkan karung berisi pasir dan sesek bambu. Ternyata, tanggul itu tak kuat menahan derasnya air sungai hingga jebol kembali. “Tahun lalu ambrol lantas dibangun darurat. Belum sempat diperbaiki, sekarang sudah ambrol lagi,” ungkap Wahidin, warga setempat.

Pria berusia 50 tahun itu mengatakan, sebelum ambrol kedua, hujan deras mengguyur kawasan Bandung. Debit air naik hingga nyaris menyentuh bibir sungai. Ketika kembali normal, baru diketahui jika plengsengan ambrol. Banyak karung berisi pasir yang hanyut terbawa arus, begitu juga dengan sesek bambu yang dipakai sebagai penahan sementara.

“Sudah ambrol dan lebih parah karena semula panjang ambrol enam meter, kini sekitar 10 meter,” katanya.

Warga khawatir, lanjut dia, jika tak secepatnya diperbaiki, derasnya arus sungai menggerus plengsengan dan jebol. Jika itu terjadi, puluhan hektar sawah yang berada di pinggiran sungai dipastikan terkena dampak langsung yakni banjir. “Semoga cepat diperbaiki itu saja,” harapnya

Wagimin, yang juga warga setempat mengatakan, kerusakan lain yakni plengsengan yang berada tepat di bawah jembatan kini telah ambrol. Padahal, plengsengan itu juga berfungsi sebagai penahan jembatan yang menghubungkan Bandung dengan Campurdarat. Jembatan juga penting karena menjadi akses menuju tempat wisata pantai di Trenggalek. “Jadi plengsengan dibawah jembatan juga sudah ambrol. Khawatirnya jika debit air naik lagi, akan mengurangi kekuatan jembatan,” katanya. (den/Jb)

Follow Untuk Berita Up to Date