PKPI dan PBB Tidak Daftarkan Bacaleg

Kediri, koranmemo.com – Pendaftaran bakal calon legislatif (bacaleg) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sudah ditutup hari ini, Selasa (17/7). Dari 16 partai politik yang ada di Kota Kediri, dua partai tidak mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Pasalnya, hingga hari terakhir mereka tidak mengambil formulir pendaftaran ke KPU.

Sejumlah parpol mendaftarkan diri di hari terakhir pendaftaran bacaleg DPR untuk Pemilu 2019, di KPU Kota Kediri. Sampai pukul 16.00 WIB, Partai Berkarya, Partai Perindo, PKB, PAN, PKS, Partai Golkar, PSI, Partai Demokrat, PDI Perjuangan, dan Partai Nasdem, sedangkan sisanya dijadwalkan malam hari mendaftar ke KPU.

Komisioner KPU Kota Kediri Divisi Teknis, Pusporini Endah Palupi mengatakan, partai yang belum mendaftar sudah mengambil formulir pendaftaran ke KPU. Hanya, dua partai yakni Partai Bulan Bintang (PBB), dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) yang belum mengambil formulir hingga hari terakhir pendaftaran.

“Sebelum menyerahkan pendaftaran, partai harus ambil user dan password untuk mengisi bacaleg mereka di silon (sistem informasi calon) itu sifatnya wajib. Sampai sekarang PKPI dan PBB belum mengambil. Kalau PKPI sudah konfirmasi tidak mendaftar karena tidak ada caleg, sedangkan PBB belum ada konfirmasi sama sekali,” ujarnya, Selasa (17/7).

Agus Rofiq Ketua KPU Kota Kediri mengatakan, parpol tidak mendaftar di daerah memang tidak mempengaruhi keikutsertaan parpol di Pemilu 2019. Hanya saja ketiadaan partai di suatu daerah bisa mempengaruhi perolehan suara di tingkat atasnya yakni tingkat Provinsi dan Pusat.

“Daftar atau tidak, tidak masalah, hanya perolehan suara partai di tingkat Provinsi dan Pusat pasti terpengaruh. Karena, sedikitnya mereka kekurangan suara di Kota Kediri misalnya seperti itu,” jelasnya.

Sementara, partai – partai besar di Kota Kediri semuanya melengkapi kuota 30 bacaleg, hanya PKS yang mengajukan 19 bacaleg.  Selain itu partai baru seperti Partai Berkarya 6 bacaleg, dan Partai Perindo 11 bacaleg.

“Daftar namanya tidak bisa ditambah, hanya kalau nanti ada bacaleg dari perempuan ternyata tidak memenuhi syarat dan mereka tidak mencukupi 30 persen keikutsertaan perempuan, bisa diganti dengan bacaleg perempuan lainnya,” tandas Agus Rofiq.

Reporter: Zayyin Multazam

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date