PKL Eks Jalan Setail KBS Mengadu ke Dewan

Surabaya, koranmemo.com – Para pedagang kaki lima (PKL) eks Jalan Setail, Kebun Bintang Surabaya (KBS) mengadu ke Komisi B DPRD kota Surabaya, Senin (20/5).

Dalam keluhannya mereka minta dizinkan berdagang kembali seperti  para pedagang asongan lainnya. Sebelumnya mereka berjualan  di halaman parkir Kebun Bintang Surabaya (KBS).

Tri Sugeng Purwidiyanto, perwakilan PKL lama Ex gusuran menyampaikan, memang sejak dulu sudah berjualan di parkiran. Dikatakan,  dulu ada yang knamanya pak mustofa sebagai orang pengontraknya tempat parkir di KBS, dan para pedagang PKL lama dikenakan pembayaran sekitar Rp150 ribu.

“Dari kita tidak ada masalah, itupun tidak diberlakukan tarikan oleh pihak KBS, cuma sekarang ini pak Mustofa sudah tidak ada di situ, maka oleh pihak KBS dilakukan penertiban. Nah penertiban ini sebagai apa? sehingga, dari teman-teman PKL lama menggaris bawahi adanya diskriminatif bahwa, pihak pedagang asongan di perbolehkan berjualan hingga sekarang ini,” ujarnya.

Kepada para anggota dewan, para pedagang PKL eks gusuran ini mengaku sudah berkirim surat ke Direktur KBS agar diizinkan berjualan kembali. “Jadi begini, dulu-dulunya kita tidak ada masalah dan diperbolehkan berjualan bagi pedagang lama, secara tiba-tiba kita ditertibkan, namun yang diperbolehkan berjualan dari pedagang asongan saja, tetapi kita pedagang PKL eks gusuran tidak di bolehkan berdagang, padahal kita ini orang daerah Setail Surabaya yang lahir asli disitu, maka itu kita dipanggil untuk menggelar rapat hearing di DPRD Kota Surabaya agar bisa di sepakati secara bersama,” keluhnya.

Tri Sugeng menambahkan, dulu ada 25 (dua puluh lima) PKL, dan sekarang menurun menjadi 16 (enam belas) PKL. “Tetapi dengan menurunnya ini kenapa dari pihak KBS tak dicoba dahulu, dialokasikan pada area parkir yang nota bene iurannya juga sama tidak memberatkan. Lalu bilangnya ada penertiban dari pihak KBS, tapi dari para pedagang asongan kok di perbolehkan berjualan di halaman KBS. Kalau emang semua tidak boleh berdagang, ya semua harus di tertibkan, jangan diskriminatif begitu, kita tidak di perbolehkan berjualan ada sekitar 2 mingguan,” imbuhnya.Sementara, Wakil Ketua Komisi B, DPRD Kota Surabaya, Anugrah Ariyadi, S.H seusai memimpin rapat hearing menjelaskan, jadi pada intinya PKL eks gusuran Setail Surabaya sudah puluhan tahun berdagang, namun karena suatu hal sehingga managemen KBS menertibkan.

Dikatakan, solusi yang ditawarkan kepada KBS agar sementara ini hingga menjelang lebaran, dan setelah lebaran ini dari kawan-kawan ex gusuran yang berjumlah 16 orang pedagang diperbolehkan berdagang di sana untuk menambah kebutuhan hidup.

“Masih kita pikirkan kembali, sambil mencari solusi terbaik yang bagaimana,” terang Anugrah Ariyadi Politisi Fraksi Partai PDI Perjuangan kepada koranmemo.com.

Anugrah menuturkan ada sisa 4 (empat) stan yang bisa digunakan kawan-kawan, namun secara ekonomis harganya yang tidak mampu, sehingga kita negokan ke KBS untuk ketemu harganya berapa.

“Pada intinya, kita ingin yang 16 (enam belas) orang pedagang ex gusuran bisa berjualan lagi dan untuk dapat menghidupi keluarganya menjelang lebaran ini,” tuturnya.

Reporter M Fauzi

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date