Pilwali Madiun, MK Tolak Gugatan Mahardika-Arif

Madiun, koranmemo.com – Mahkamah Konstitusi (MK) menolak permohonan gugatan perkara perselisihan hasil Pilwali  Madiun yang diajukan pasangan calon Harryadin Mahardika-Arif Rahman. Sidang putusan dipimpin hakim Arif Hidayat, Jumat (10/8) pukul 13.30 WIB.

Ketua KPU Kota Madiun Sasongko dihubungi melalui via telephone usai mengikuti jalannya persidangan menuturkan, pemohon maupun termohon hadir di MK hanya untuk mendengarkan putusan. “Permohonan pemohon tidak dapat diterima. Karena itu sidang diakhiri,” katanya, Jumat (10/8).

Salah satu pertimbangan Hakim, yakni terkait selisih suara yang dianggap tidak dapat memenuhi syarat ambang batas pengajuan permohonan di MK. Dimana dalam UU nomor 10/2016 pasal 158 ayat (2), ambang batas pengajuan gugatan yakni dua persen dari total suara sah.

Sedangkan dalam Pilwali Madiun perolehan suara pemohon sebanyak 35.352. sementara perolehan suara paslon peraih suara terbanyak, yakni Maidi-Inda Raya sebesar 39.465. Jika ditotal, selisih perolehan suara keduanya sebesar 4.113 atau lebih dari dua persen.

Sesuai dengan DAK 2, jumlah penduduk Kota Madiun sebanyak 204.462 jiwa. Dan suara sah berdasarkan DB1-KWK adalah 102.427 suara. Sehingga penghitungannya dua persen kali 102.427 hasilnya 2.049 suara. Sementara selisih suara paslon nomor 1 dan paslon nomor 2 sebanyak 4.113 suara, atau lebih dari dua persen. “Pertimbangan salah satunya terkait selisih suara yang tidak memenuhi,” jelas Sasongko.

Usai keputusan tersebut, KPU segera mempersiapkan proses penetapan pemenang Pilwalkot. Sesuai dengan rencana, hari Senin (13/8), KPU mengelar proses penetapan pemenang, yakni paslon Maidi-Inda Raya. “Penetapan kemungkinan hari Senin,” terangnya.

Reporter: M Adi Saputra/Juremi

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date