Pilih Mr Masudin Ketimbang Terapi Gaib

Jombang, Koran Memo – Beragam cerita diungkapkan pasien Mr Masudin tentang pengalaman berobat untuk mencari kesembuhan gangguan pendengaran yang diderita. Salah satu cerita unik ini datang dari keluarga pasien asal Kabupaten Salatiga. Untuk mencari kesembuhan pendengaran anaknya, keluarga ini telah berkunjung ke berbagai tempat dan metode pengobatan yang berbeda pula. Namun dari sekian pengalaman berobat, adalah metode ghaib dengan bantuan jin dari salah satu paranormal di kawasan Blitar yang dianggap paling aneh  yang pernah di jalani anaknya. Karena merasa tidak masuk akal, untuk itu pula keluarga pasien ini memilih “lari” ke Mr Masudin.

Mr Masudin menerapi syaraf telinga Aulia Hidayat (agung/memo)
Mr Masudin menerapi syaraf telinga Aulia Hidayat (agung/memo)

Setidaknya inilah pengakuan yang  diucapkan Widayat (42) ayah kandung dari pasien Aulia Hidayat (14). “Kalau mencari pengobatan sudah dari mana-mana. Metode pengobatannya juga berbeda-beda,” kata Widayat, Sabtu (12/9).

Metode tersebut, lanjut Widayat, ada yang menggunakan terapi lilin yang digunakan salah satu tempat pengobatan telinga di Jakarta, dan ada metode gaib dengan menggunakan jin dari pengobatan di Blitar.“Waktu itu tabib yang menangani mengaku menggunakan jin. Setelah itu saya berpikir ulang dan memutuskan tidak kembali ke sana (tempat pengobatan di Blitar, Red), karena saya rasa tidak masuk akal,” tambah Widayat.

Sejak memutuskan untuk tidak kembali berobat dengan metode gaib, Widayat terus mencari informasi tempat pengobatan telinga. ‘Saya coba-coba mengakses internet dan menemukan tempat Mr Masudin,” aku Widayat.

Pada pertengahan tahun 2013, Widayat memutuskan membawa Aulia Hidayat ke Jawa Timur, tepatnya mencari alamat Mr Masudin di RT 20 / RW 07 Dusun Ketanen Desa Banyuarang Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang.Meski berkali-kali kesasar bahkan hingga ke Kecamatan Pare Kabupaten Kediri, akhirnya keluarga asal Desa Tegalrejo Kecamatan Argomulyo ini berhasil menemukan alamat yang di cari. Selanjutnya mereka melakukan pendaftaran.Meski baru bisa ditangani satu tahun berikutnya, keluarga ini tetap bersabar menunggu. “Ya demi kesembuhan anak saya ini. Meski antrian lama, tapi kami tetap bersemangat,” seloroh Widayat.

Pendengaran Aulia sedang di uji di depan peserta edukasi (agung/memo)
Pendengaran Aulia sedang di uji di depan peserta edukasi (agung/memo)

Dengan berjalannya waktu, akhirnya sampai juga pada tahun 2014, Aulia Hidayat akhirnya memulai tahapan terapi di Mr Masudin. Pasca sentuhan pertama, yakni pembukaan saraf, keluarga ini terus mengikuti tahapan demi tahapan terapi lanjutan seperti mendengarkan musik, mengikuti edukasi, dan sebagainya.

Follow Untuk Berita Up to Date