Pilbup Nganjuk 2018, Rekom PDIP untuk Novi-Marhaen

Nganjuk, koranmemo.com -DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) akhirnya mengeluarkan rekomendasi kepada pasangan Novi – Marhaen untuk maju dalam pencalonan pemilihan bupati (pilbup) Nganjuk 2018 mendatang. Kabar tersebut muncul seiring beredarnya surat rekomendasi dari partai berlambang banteng yang ditandatangani secara langsung oleh Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.

Data yang dihimpun, DPP PDIP telah mengeluarkan surat keputusan partai politik tingkat pusat tentang persetujuan pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Kabupaten Nganjuk. Dalam surat disebutkan jika persetujuan diberikan kepada H. Novi Rahman Hidayat, S. Sos, M.M, sebagai calon bupati dan Dr. Drs. H. Marhaen Jumadi, S.E.,SH.,MM.,M.B.A, sebagai calon wakil bupati.

Surat rekomendasi itu tertulis, Jakarta, 9 November 2017, pimpinan partai politik tingkat pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang mengusulkan pasangan calon.

Surat rekomendasi dari DPP PDIP langsung ditandatangani ketua umum partai, Megawati Soekarnoputri, dengan bermaterai 6000, dan ditandatangani Sekretaris Jenderal partai, Hasto Kristiyanto, lengkap dengan stempel warna merah bergambar banteng di sebelahnya.

Ketua DPC PDIP Kabupaten Nganjuk, Tatit Heru Tjahjono, yang turut menghadiri serah terima surat rekomendasi di DPP PDIP membenarkan saat dikonfirmasi Koranmemo.com terkait surat ini. Dia juga menyampaikan jika rencana pres rilis akan dilakukan pada Jumat (10/11) setelah salat Jumat. “Iya benar (rekom turun), “ tulisnya dalam pesan WhatsApp, Kamis (9/11) sore.

Dalam wawancara sebelumnya, Ketua DPC PDIP Nganjuk, Tatit Heru Tjahjono, saat terkait masalah rekom partai mengatakan, dia memang memperoleh undangan dari DPP untuk mengambil surat rekomendasi pasangan calon bupati dan wakil bupati pada Rabu (8/11).

Pada waktu itu Tatit belum bisa memastikan kebenaran kabar tersebut, namun dia juga tidak membantah jika kemungkinan tiket dari partai diberikan ke pasangan Mas Novi – Kang Marhaen.

Disinggung mengenai kemungkinan PDIP berkoalisi dengan PKB yang telah lebih dulu memberi rekom ke Novi, pada waktu itu Tatit menyampaikan jika koalisi seperti itu (linear dengan Pilbup) bisa saja terjadi. Namun lagi-lagi dia belum bisa menjawab secara gamblang lantaran menunggu keterangan tertulis dari DPP.

Disinggung mengenai waktu pelaksanaan deklarasi calon yang diusung, Tatit menjawab jika masih ada beberapa tahapan dari partai yang harus dilalui terlebih dahulu. Seperti, Rakercabsus (Rapat Kerja Cabang Khusus) yang melibatkan berbagai pihak, mulai ranting, PAC, DPC, hingga organisasi sayap dari PDIP. Untuk langkah selanjutnya, Tatit menyebut jika akan melalui tahapan konsolidasi partai, yaitu pembahasan internal yang juga sekaligus penjajakan dengan partai lain yang berpeluang dijadikan koalisi.

Setelah semua tahapan dilalui, baru akan dilakukan deklarasi calon yang akan diusung dan partai yang berkoalisi. Saat itu Tatit menyebut jika waktunya kemungkinan berdekatan dengan ulang tahun partai.

Reporter: Andik Sukaca

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.