Pilbup Nganjuk 2018: PDIP Tetap Berkoalisi. Wajib Usung Novi-Marhaen

Nganjuk, koranmemo.com-Meskipun memiliki sebelas kursi DPRD dan mampu mengusung pasangan calon secara mandiri, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Nganjuk tetap akan berkoalisi dengan parpol (partai politik) lain.

Partai berlambang banteng tersebut juga memastikan jika parpol yang digandeng sebagai koalisi satu suara mengusung Novi-Marhaen sebagai pasangan Cabup-Cawabup dalam Pilbup 2018 mendatang.

Pernyataan itu disampaikan Ketua DPC PDIP Nganjuk, Tatit Heru Tjahjono, dalam press rilis yang digelar di kantor DPC. Tatit menyebutkan, sesuai instruksi DPP PDIP, seluruh mesin partai maupun simpatisan wajib memenangkan pasangan penerima rekom yang telah ditandatangani Ketua Umum dan Sekjen PDIP.

“Meskipun pada dasarnya kami sudah bisa mengusung pasangan calon sendiri, tapi kami tetap akan membangun koalisi dengan parpol lain guna membangun Kabupaten Nganjuk lebih baik,” ujarnya,Sabtu (11/11) .

Politisi yang juga menjabat Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Nganjuk ini menambahkan, koalisi yang sangat memungkinan dilakukan untuk saat ini adalah dengan PKB. Menurutnya, hal itu linear dengan pasangan calon Gubernur Jatim yang juga diusung oleh PDIP dan PKB.

“Yang paling memungkinan sepertinya dengan PKB karena linear dengan Pilgub Jatim. Sehingga, pelaksanaan akan lebih mudah karena waktunya bersamaan antara Pilgub dan Pilbup,” imbuh Tatit.

Untuk diketahui, PKB sebelumnya juga telah mengeluarkan rekomendasi kepada Novi Rahman Hidayat sebagai Calon Bupati yang diusung. Namun, hingga detik ini parpol pemilik 6 kursi legislatif tersebut belum mengumumkan siapa pasangan yang akan disandingkan dengan Novi maupun parpol mana yang akan dijadikan koalisi guna memenuhi jumlah minimal 9 kursi dalam mengusung pasangan calon.

Artinya, jika koalisi antara PDI-P dan PKB berhasil terjalin, maka pasangan Novi-Marhaen akan memiliki dukungan 17 kursi dari kedua parpol tersebut. Adakah kemungkinan koalisi juga mengarah ke Partai Golkar ? Tatit menjawab jika hal itu bisa saja terjadi.

“Bisa saja (berkoalisi), politik itu dinamis. Tapi yang jelas, sesuai instruksi kami tetap mengusung pasangan Novi-Marhaen karena rekomendasi dari DPP tidak bisa diganggu gugat,” jelasnya.

Tatit menyampaikan, rencananya Senin (13/11), para pengurus DPC mulai Ranting, PAC, organisasi sayap partai, hingga anggota fraksi PDIP akan melakukan Rakercabsus (Rapat Kerja Cabang Khusus) di Kantor DPC PDIP Nganjuk sekitar pukul 14.00 WIB.

“Pertemuan awal kemungkinan untuk sosialisasi terkait hasil rekomendasi partai. Selanjutnya, mesin partai akan kami perkuat dalam pemenangan pasangan calon,” pungkasnya.

Reporter: Andik Sukaca

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.