Petugas Gabungan Razia Narkoba di Lapas

Blitar, koranmemo.com – Petugas gabungan yang terdiri dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Blitar, Polres Blitar Kota, dan Petugas Lapas melakukan razia terhadap penghuni Lapas Kelas II B Blitar, Kamis (20/10) pukul 11.00 WIB. Dalam razia tersebut, petugas tak menemukan indikasi adanya peredaran narkotika, namun petugas menyita beberapa barang yang dianggap membahayakan bagi penghuni lapas.

Pantauan Koran Memo, selain melakukan razia barang yang dianggap membahayakan (sajam), petugas juga melakukan tes urine secara acak kepada 100 penghuni Lapas Kelas II B Blitar. Tak hanya melibatkan para narapidana, sebanyak 25 petugas lapas beserta 4 awak media juga mengikuti tes urine yang dilakukan BNN Blitar.

Dijumpai usai razia, Kepala Lapas Kelas II B Blitar, Rudi Sarjono mengatakan, razia tersebut dilakukan sebagai pencegahan dini mengenai indikasi adanya peredaran narkoba di kalangan penghuni lapas.Menurut Rudi, pihaknya juga meminta razia tersebut dilakukan secara rutin sebagai langkah untuk mencegah peredaran narkoba di lapas.

Rudi mengatakan, mereka secara bergantian mengikuti tes urine secara acak baik penghuni lapas pria maupun wanita. Sedangkan untuk blok penghuni narkoba, disebutkan secara keseluruhan mereka di tes urine secara bergantian. “Kami sudah berkoordinasi dan meminta kepada pihak BNN agar tes urine ini nantinya bisa dijadikan sebagai agenda rutin. Hal itu dilakukan sebagai antisipasi dini dan pencegahan agar lapas tetap steril dari narkoba,”ucapnya pada sejumlah awak media.

Sementara, AKBP Henry Siswanto, Kepala BNN Blitar menjelaskan dalam razia kali ini pihaknya lebih menyasar dua bandar narkoba yang saat ini menjadi penghuni lapas. Ia juga menggelar tes urine kepada sejumlah napi yang terlibat kasus kriminal lainnya. “Kita sudah melakukan tes urine sekitar 129 orang. Namun untuk saat ini tidak diketemukan adanya peredaran narkoba di dalam lapas tersebut,”paparnya.

Henry mengatakan, razia ini rencananya juga akan menjadi agenda yang dilakukan secara rutin. Sebab, menurutnya angka prevalensi penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang (narkoba) di Blitar ini sudah dapat ditekan secara baik. Ia mengatakan, saat ini angka prevalensi sudah mencapai 0,05 persen. “ Angka tersebut merupakan angka standar. Oleh sebab itu kami akan lebih giat dalam melakukan razia untuk menekan ke angka yang lebih rendah lagi. Namun hal itu bukanlah perkara yang mudah, perlu adanya dukungan dari pemerintah dan instansi lainnya. Selain mengadakan razia, kami juga telah melakukan berbagai sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya narkoba. Dengan demikian diharapkan prevalensi angka penyalahgunaan narkoba dapat teratasi,” ucapnya.

Sementara Kompol Mujito, Kabag Ops Polres Blitar Kota mengatakan akan terus mendukung dan turut berupaya menekan prevalensi supaya lebih rendah. Disinggung mengenai hasil temuan sajam dalam razia gabungan itu, ia mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan tidak ditemukan barang yang dinilai sangat berbahaya. “Setelah dilakukan razia kita menemukan barang dari tangan napi seperti baterai, korek api, silet. Untuk barang yang dianggap berbahaya sudah kita amankan,”pungkasnya.(ase)

 

Follow Untuk Berita Up to Date