Petani Tewas di Sawah Gemparkan Warga

Trenggalek, koranmemo.com – Warga Desa Bendorejo Kecamatan Pogalan Kabupaten Trenggalek, tiba – tiba digemparkan dengan penemuan sosok mayat yang tergeletak di sawah. Mayat tersebut akhirnya  diketahui bernama  Joko Purwanto, (47), warga  RT 5 RW 3 desa  setempat .

Pasca olah tempat kejadian perkara dan hasil pemeriksaan medis, di tubuh korban tidak ditemukan luka akibat terkena benda tumpul maupun tajam, namun ada serangan jantung yang menimpa korban, Kamis (14/12).

Kapolres  Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo melalui  Kapolsek Pogalan AKP  Warjito membenarkan peristiwa tersebut. Korban ditemukan warga dalam  keadaan tergeletak di sawah dengan posisi  tengkurap, malam  pukul 18.00 WIB.

Warga yang mengetahui, langsung meminta pertolongan  dan selanjutnya di laporkan ke Mapolsek Pogalan. “ Ada laporan ke kita jika ada sosok mayat tengkurap di sawah milik warga ,” ucapnya.

Dikatakan pukul 06.00 WIB, korban Joko Purwanto,  sempat datang  ke rumah milik  Tri Purnawan salah satu  perangkat desa setempat  guna  membayar sewa  tanah bengkok  desa yang disewanya.

“ Pukul  06.30 WIB berpamitan untuk pergi ke sawah  membuat  bedeng pembibitan padi di lahannya,” lanjutnya.

Ditegaskan, dari keterangan saksi Mugito (34) Salah satu warga setempat yang masih tetangga korban,  menerangkan bahwa  sekitar pukul 09.00 WIB korban masih bekerja di sawah,  karena  sawah milik Mugito tidak jauh dari tempat korban bekerja,  kemudian sekitar pukul 09.30 WIB saksi   Mugito pulang ke rumah.

“Pada waktu  pukul  14.00 WIB,  Mugito mulai  bekerja lagi di sawahnya, tiba – tiba istri korban datang ke sawah dan menanyakan apa ketemu dengan Tri Purnawan (suaminya –red),” ungkapnya menirukan keterangan saksi.

Mugito pun menjelaskan tidak tahu menahu dan akhirnya , pukul 17.00 WIB dia  langsung mencari  korban  bersama warga lain ke sawah yang menjadi tempat kerjanya  tadi  pagi, hingga menemukan korban sudah tak bernyawa dengan posisi tengkurap.

“Dari hasil penyelidikan petugas dan pemeriksa tim medis, korban tewas murni karena serangan jantung. Karena  tidak ditemukan tanda – tanda ke kerasan  atau penganiayaan pada  tubuh korban.  Keluarga korban menerima dengan ikhlas  dan membuat pernyataan untuk tidak dilakukan otopsi,”pungkasnya .

Reporter : Ngudiyono

Editor : Hamzah Abdillah

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.