Pertamax dan Pertalite Sering Kosong

Pacitan, Koran Memo – Sudah beberapa pekan ini, stok bahan bakar minyak (BBM) non subsidi jenis pertamax dan pertalite di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Pacitan, sering kosong.

SPBU tidak akan membatasi pembelian BBM non subsidi. (yuyun/memo).
SPBU tidak akan membatasi pembelian BBM non subsidi. (yuyun/memo).

Pantauan wartawan di lapangan menyebutkan, sejak Sabtu (14/11), beberapa dispenser bahan bakar beroktan 92 dan 90 tersebut kosong. Bahkan hingga Selasa (17/11), belum ada BBM berwarna hijau itu dijual di SPBU.

Manajer SPBU 01, Kelurahan Ploso, Kecamatan/Kabupaten Pacitan, Sudarsono, mengatakan, sejak Sabtu lalu, stok pertamax dan pertalite kosong. “Sudah empat hari ini memang tidak ada pertamax dan pertaliteā€Ž. Kita hanya menjual premium dan solar,” katanya, Selasa (17/11).

Dikatakan, terhambatnya stok dua jenis bahan bakar non subsidi tersebut lebih disebabkan masalah penebusan. Biasanya, lanjut dia, SPBU baru mengajukan delivered order (DO) setiap Jumat.

“Depo Pertamina baru mengirim pada Selasa. Jadi ada tenggang waktu sekitar empat hari dari pengajuan DO, baru dikirim,” jelasnya pada awak media.

Diakuinya, daya beli masyarakat terhadap BBM non subsidi, khususnya pertamax memang cenderung meningkat. Begitupun dengan pertalite. Sekalipun baru tahap uji coba, namun permintaan akan BBM beroktan 90 itu juga menampakan tren kenaikan. “Rata-rata kita stok 8 ton pertamax dan 8 ton pertalite,” tuturnya.

Khususnya pertamax, dengan ketersediaan 8 ton dan satu dispenser, bisa terjual habis selama dua hari. Sedangkan pertalite, rata-rata habis terjual selama empat hari. Setiap harinya, rata-rata bisa menghabiskan 2 ton pertalite dan empat ton pertamax. “Yang paling banter para pedagang bensin eceran. Mereka suka mengulak pertamax dan pertalite dalam jumlah besar,” terang Sudarsono.

Diakuinya untuk BBM jenis pertamax ataupun pertalite memang tidak ada batasan penjualan bagi pedagang eceran. Terkecuali premium serta solar, SPBU memang memberikan batasan. “Kalau BBM non subsidi tidak ada pembatasan. Berapapun mereka beli, ya kita layani,” tukasnya. (yun).

Follow Untuk Berita Up to Date