Peringati Hari Ginjal, Tim RSUD dr. Soegiri Kampanyekan Gerakan Cerdik

Lamongan, koranmemo.comMendekati momen hari ginjal sedunia yang jatuh pada tanggal 14 Maret 2019, terhitung sejak tahun 2006 mulai dikampanyekan, RSUD dr. Soegiri mengajak semua masyarakat untuk mawas diri serta betul-betul menjaga kesehatan ginjal.

Seperti tahun sebelumnya, kali ini kegiatan berkampanye tentang pentingnya menjaga kesehatan ginjal menjadi prioritas tim internal RSUD dr Soegiri. Sebab, penyakit ginjal kronik (PGK) disebut-sebut menjadi salah satu penyebab kematian nomor 17 di dunia.

Bukdi Wignyo Kasubbag Humas RSUD dr. Soegiri bersama dr. Eko Budi Santoso penanggung instalasi Hemodialisis mengatakan, ada beberapa faktor penyebab seseorang terkena gangguan ginjal diantaranya hipertensi, sumbatan, batu ginjal, kanker mulut rahim, kemudian ditambah lagi terjangkit diabetes melitus dan obesitas.
“Penyebabnya banyak sekali. Meski begitu, yang menjadi faktor utama terkena gangguan ginjal adalah hipertensi, diabetes dan obesitas. Perlu diketahui juga bagi masyarakat bahwa gejala PGK bisa diketahui dari jumlah buang air kecil dalam setiap hari,” jelas Budi kepada awak media, Kamis (7/3).

Tak hanya itu, Budi juga menambahkan gejala lain diantaranya gangguan tidur,  kehilangan nafsu makan, sakit kepala, sulit konsentrasi, gatal, sesak, mual dan muntah serta bengkak di bagian tubuh. “Sementara, kami selalu menerapkan program dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia dengan mengkampanyekan gerakan cerdik,” tutur Budi.

Dikatakan, cerdik sendiri merupakan imbauan untuk melakukan pencegahan. Dengan begitu, setiap seseorang bisa melakukannya secara mandiri. “Caranya adalah cek kesehatan secara rutin, enyahkan asap rokok, rajin aktivitas fisik, diet sehat kalori seimbang, istirahat yang cukup. Dan juga minum air putih yang cukup, minimal delapan sampai 10 gelas per/hari,” pesan Budi.

Dia menilai, dalam tiap tahunnya, penderita penyakit tersebut mengalami peningkatan 2 persen menjadi 3,8 persen. Data tersebut diperolehnya dari data Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan pada Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 Kementrian Kesehatan RI. Kenaikan prevalensi penyakit tidak menular ini berhubungan dengan pola hidup, antara lain merokok, konsumsi minuman beralkohol, aktivitas fisik, serta konsumsi buah dan sayur.

Tak hanya itu, sebutnya kembali, berdasarkan data Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tahun 2016, gagal ginjal menjadi penyakit katastropik nomor dua setelah penyakit jantung yang paling banyak menghabiskan biaya kesehatan. Ini artinya, masih banyak yang meremehkan kesehatan ginjal. Padahal, fungsi ginjal bagi tubuh sangat vital yakni mengeluarkan keseimbangan.

Reporter Fariz Fahyu

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date