Peredaran Rokok Ilegal Turun Menjadi 7,04 Persen

Malang, koranmemo.com – Berdasarkan hasil survei cukai rokok ilegal pada tahun 2018 yang dilakukan oleh Penelitian dan Pelatihan Ekonomika dan Bisnis (P2EB) Universitas Gajah Mada (UGM), tngkat peredaran rokok ilegal turun menjadi 7,04 persen dari dua tahun lalu yang mencapai 12,14 persen. Hal itu diungkapkan oleh Direktur Bea dan Cukai, Heru Pambudi saat melakukan pemusnahan barang tanpa cukai di Kantor Wilayah Bea dan Cukai Jawa Timur II Malang, Jumat (3/8).

Heru mengatakan, turunnya peredaran rokok ilegal tersebut tidak lepas dari upaya terpadu Bea Cukai bersama pihak Kepolisian, TNI, Kejaksaan dan Pemerintah Daerah. Dia mengungkapkan, ada banyak pabrik rokok dengan modus produksi Sigaret Kretek Mesin (SKM) namun hanya dilaporkan produksi Sigaret Kretek Mesin (SKM). “Modus yang seperti ini yang kami terus berupaya memberantasnya,” ujarnya.

Heru menambahkan, produksi rokok di Indonesia saat ini mencapai 332 miliar batang. Jika pada tahun 2016 lalu, peredaran rokok ilegal mencapai 12,14 persen, maka ada sekitar 40,3 miliar batang rokok ilegal. Kemudian pada tahun 2018 ini mampu ditekan menjadi 7,04 persen, atau sekitar 23,3 miliar batang rokok ilegal. “Ini sebuah pencapaian yang luar biasa. Menteri Keuangan, Sri Mulyani menargetkan lagi untuk turun pada tahun depan hingga 3 persen,” ungkapnya.

Tahun ini target pendapatan cukai mencapai Rp 148 triliun, sehingga ini menjadi andalan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pihaknya memprediksi hingga akhir tahun ini, jika dengan kegiatan memberantas yang ilegal ini dan dijadikan menjadi legal, target tersebut akan tercapai.

Reporter: Yudha Kriswanto

Editor: Della Cahaya Praditasari

Follow Untuk Berita Up to Date