Perajin Raket Bulutangkis Pasca Asian Games 2018 Banjir Rezeki

Malang, koranmemo.com – Sejak gelaran Asian Games 2018 ini, Indonesia telah mencetak juara-juara bulutangkis dengan perolehan medali emas di ganda putra dan tunggal putra. Dalam event tersebut, olahraga yang menggunakan raket ini menjadi booming dan digemari masyarakat. Berkat itu, sentra perajin raket yang berada di Jalan Kemantren, Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, Kota Malang turut terdampak dengan meningkatnya pesanan raket-raket kelas pemula hingga profesional.

Salah satunya, rumah industri raket milik Aji Sulistiyo Handoko yang berada di kawasan Jalan Kemantren tersebut. Dia mengatakan, di Kelurahan Bandungrejosari ini ada sekitar 25 rumah industri raket yang masih aktif berproduksi. Aji sendiri telah merintis usaha raket tersebut sejak 11 tahun yang lalu. Sebelumnya dia menjadi salah satu pekerja di sebuah rumah industri raket, namun dia bertekat untuk mendirikan rumah pembuatan raket sendiri setelah mahir membuat raket.

“Saya punya niat ingin maju, yaitu dengan mempunyai usaha raket sendiri dengan bekal ilmu yang didapat dari ikut orang dulu. Dengan modal dari pinjaman bank akhirnya saya dirikan usaha ini,” ujarnya.

Pada awal membuka usahanya, dia melakukan sendiri proses pembuatan raket dengan dibantu dua pekerjanya. Aji pasarkan dari mulut-ke mulut akhirnya banyak toko maupun perorangan yang order raket ke dia. Semakin tahun usahanya semakin berkembang dan Aji mulai menambah karyawannya untuk membantu menyelesaikan pesanan raket-raket bulutangkis tersebut. “Saat ini pekerja saya ada sekitar 5 orang dengan tugas masing-masing. Selain itu karena orderan banyak, saya lempar ke pengepul untuk pengerjaan sebagian tahap raketnya seperti tahap pemasangan senar raket,” ungkap pria kelahiran Malang, 1 April 1972 itu.

Aji menjelaskan, proses perakitan raket bulutangkis ini cukup panjang, di ruang dua lantai sisi rumah utamanya itu para pekerjanya memulai tahap demi tahap perakitan. Mulai dari pembuatan badan raket yang menggunakan alumunium dan besi, kemudian pengecatan badan raket, pemberian lilitan karet dan spon pada pegangan raketnya. “Itu baru sebagian kecil awalnya. Nanti saya lempar ke pengepul untuk dipasang senarnya kemudian baru dikembalikan ke saya untuk proses sablon merk raket hingga packing dan terakhir dikirim sesuai pesanan,” jelasnya.

Setidaknya setiap hari dia kirim ke pengepul raket disekitar rumahnya tersebut sebanyak 400 buah raket untuk pemasangan senar. Biasanya dari pengepul melibatkan warga sekitar seperti ibu-ibu rumah tangga yang membutuhkan pekerjaan sampingan hingga warga yang memang menggeluti pekerjaan itu. “Ya siapa saja yang mau sih, tidak terbatas warga sekitar sini saja. Yang punya niat kerja saja, kalau tidak niat percuma ngajari namun setelah kerja beberapa hari sudah berhenti dan tidak melanjutkan lagi,” ungkapnya.

Nantinya dari pengepul dikembalikan lagi ke saya sekitar 3 hari setelah selesai dipasang senar. Dari raket-raket tersebut proses masih berlanjut, dengan pemasangan spon pegangan raket, sablon merk raket, pengecekan, pengemasan mulai plastik hingga kardus dan dikirim. Untuk bahan baku pembuatan raket dia mengambil dari sekitar Malang saja. Aji sendiri mempunyai beberapa hak paten merk raket sendiri seperti, yaris biasa, yaris super, kawasaki dan beberapa merk lainnya. “Yang paling diminati masyarakat yakni merk yaris super karena bahannya bagus. Kebanyakan raket yang kami produksi tingkat pemula,” katanya.

Setiap harinya, Aji bisa memproduksi raket hingga 600 raket sampai 700-an raket bulutangkis untuk dikirim ke sejumlah kota di area Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jakarta sekitarnya. Raket produksi yang dia jual dia banderol sekitar Rp 6 ribu hinga Rp 60 ribu menyesuaikan dengan merk dan bahannya. “Yang membedakan bahannya, ada yang dicetak, ada yang sambungan dan yang tidak sambungan,” jelasnya.

Sementara itu, jika ada event besar seperti Asian Games lalu, pesanan raketnya meningkat drastis. Sejak sebulan yang lalu, Aji sering mendapat pesanan raket hingga mencapai 1.000 raket per harinya. Dengan kenaikan pesanan yang cukup drastis tersebut, Aji sampai turun lapangan sendiri untuk mencari stok bahan bakunya. “Jika sedang ramai seperti ini, semua perajin pesanannya meningkat. Jadi saya harus jemput bola untuk membeli stoknya agar tidak kehabisan,” tuturnya.

Selama ini, stok bahan baku jika hari-hari normal tidak ada masalah. Semua tercukupi. Pesanan raketpun selama ini juga lancar dan normal, kecuali saat menjelang bulan puasa hingga lebaran. Pesanan juga menurun drastis. “Selama bulan puasa hingga lebaran kan masyarakat yang dicari kue sama baju baru. Untuk alat olahraga sepi saat bulan-bulan itu,” katanya.

Sementara itu, Wiwin salah satu pekerja rumahan di Jalan Kemantren mengatakan, dia sudah bekerja sejak 35 tahun yang lalu sebagai pemasang senarbraket bulutangkis. Setiap harinya, dia dapat menyelesaikan setidaknya antara 100 hingga 200 raket per hari. “Saya sudah lama menjadi pemasang senar disini. Kebanyakan para ibu-ibu rumah tangga. Untuk yang laki-laki biasanya bagian mengencangkan senar dengan mesin,” pungkasnya.

Reporter: Yudha Kriswanto

Editor: Della Cahaya

Follow Untuk Berita Up to Date