Penolakan Saksi Gus Ipul – Puti Tak Pengaruhi Keabsahan Rekapitulasi

Jombang, koranmemo.comSaksi pasangan calon Gubernur – Wakil Gubernur Jawa Timur nomer urut 2, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) – Puti Guntur Soekarno (Puti), menolak hasil rekapitulasi dengan cara menolak menandatangani hasil akhir rekapitulasi pemungutan suara dari setiap kecamatan.

Dikonfirmasi terkait adanya penolakan dari saksi paslon 2, Komisioner KPU Divisi Sumber Daya Manusia (SDM) dan Partisipasi Masyarakat (Parmas), M Fathoni mengatakan jika penolakan tidak mempengaruhi keabsahan rekapitulasi hasil rapat pleno terbuka hasil rekapitulasi pemungutan suara pemilihan kepala daerah di Kabupaten Jombang, di gedung Husni Kamil Manik, kantor KPU, Kamis (5/7).

“Hasil (rekapitulasi) tetap sah secara yuridis,” kata Fathoni kepada koranmemo.com, Jumat (6/7) siang.

Dijelaskan, pada rapat pleno hasil rekapitulasi diketahui jika paslon 2 Gus Ipul – Puti meraih suara 319.896. Paslon ini kalah 6.700 suara dari paslon 1 Khofifah Indar Parawansa (Khofifah) – Emil Elistianto Dardak (Emil) yang memperoleh suara  326.596.

“Diketahui juga jumlah suara sah sebanyak 646.492 dan suara tidak sah 42.787 suara. Nah, dari sini saksi paslon 1 mau menandatangani. Sedangkan saksi paslon 2 tidak menandatangani sehingga membuat berita acara penolakan,” pungkas Fathoni.

Diberitakan sebelumnya, saksi paslon nomor urut 2, M Sofwan menolak menandatangani hasil akhir rekapitulasi pemungutan suara dari setiap kecamatan yang digelar KPU, Kamis (5/7). Penolakan tanda tangan sebagai bentuk penolakan terhadap hasil kinerja KPU Kabupaten Jombang.

Dalam penjelasannya kepada awak media disebutkan jika penolakan dilakukan karena tim Gus Ipul – Puti menemukan 65 dugaan pelanggaran saat pilkada, yang saat ini dalam pembahasan dengan tim pemenangan di pusat.

Reporter: Agung Pamungkas

Editor: Della Cahaya Praditasari

Follow Untuk Berita Up to Date