Pengrajin Pernak Pernik Karnaval: Garap Order Sejak SMA, Dapat Ilmu dari Guru Kesenian SMP

Nganjuk, koranmemo.comTekuni hobi positifmu karena suatu saat bisa menjadi sumber penghasilan. Begitulah gambaran kehidupan yang dialami oleh Agung Suprapto, warga Kelurahan Kauman Kecamatan/Kabupaten Nganjuk. Pengusaha muda ini sukses merintis usahanya berkat hobi yang ia tekuni sejak masih duduk di bangku sekolah.

Agung merupakan seorang pengrajin aksesoris karnaval, khususnya dalam momentum HUT RI seperti saat ini. Masalah kemampuan tentu sudah tidak perlu lagi diragukan. Karena sejak masih duduk di bangku SMA Agung terbiasa menggarap orderan seperti ini secara borongan. “Saya lulus SMA tahun 1997, sampai sekarang masih menekuni usaha ini,” ungkapnya.Garapan yang biasa dilayani merupakan orderan dari masyarakat lokal sekitar Kabupaten Nganjuk. Menurutnya, penggarapan karya seni seperti ini membutuhkan kejelian, kecermatan, serta ketekunan, sehingga tidak bisa asal-asalan lantaran hasil bisa tidak maksimal.

“3 D paling murah Rp 8,5 juta dengan estimasi pengerjaan paling cepat 3 hari. Sedangkan 3 D paling mahal sampai Rp 15 juta dengan waktu pengerjaan selama seminggu,” jelasnya.

Disinggung mengenai asal muasal skill yang dimiliki, Agung menyebut semua pencapaian yang diraih ini berkat jasa guru seni rupa sewaktu SMP. Bahkan, pada masa awal mempelajari seni rupa dulu, Agung sering mempertanyakan kepada gurunya mengenai manfaat apa yang akan dia dapat setelah belajar membuat  karya seni. Namun sang guru tetap memberi motivasi jika suatu saat ilmu yang dipelajari dan ditekuni pasti berguna.

“Belajar dari Guru Seni Rupa SMPN 2 Nganjuk, namanya Pak Sardoyo. Sekarang saya baru tau manfaat apa saja yang bisa dinikmati setelah menekuni dunia seni,” tuturnya.

Untuk masalah bahan styrofoam yang digunakan, Agung biasa membelinya di toko sekitar kota Nganjuk. Sedangkan masalah jumlahnya disesuaikan dengan jumlah orderan guna menghindari kerugian atau hal-hal yang tidak diinginkan.

Momen peringatan HUT RI seperti ini sudah pasti menjadi berkah baginya. Tak tanggung-tanggung, jumlah orderan yang masuk bisa mencapai 100 persen lebih, dibanding pada bulan-bulan biasa. Peningkatan orderan yang bombastis ini kadang membuatnya harus menolak pesanan karena keterbatasan tenaga.

“Hari-hari di luar momen Agustusan biasanya hanya terima pemesanan hiasan buat Hari Raya Idul Fitri, yakni sekitar 5 sampai 8 garapan. Sedangkan, pada momen HUT RI seperti ini bisa mencapai 10 hingga 20 pemesan,” paparnya.

Harga hiasan disesuaikan dengan tema yang diinginkan oleh pemesan. Pasalnya tiap pemesan menghendaki tema yang berbeda-beda. Misalnya, kalangan taman kanak-kanak kebanyakan pesan hiasan dari sepeda kaki menjadi hiasan mobil atau tank dan pesawat. “Harganya antara Rp 300 ribu hingga Rp 700 ribu, tergantung besar kecilnya sepeda kaki,” urainya.

Mayoritas untuk tingkat SD dan SMP, mengangkat tema candi yang dihias dari alat transportasi mobil pick up dan becak. Harga yang dipatok sekitar Rp 4 juta hingga Rp 15 juta, tergantung pada jenis bahan, tingkat kerumitan, serta besar kecilnya.

Reporter Andik sukaca

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date