Pengendara di Bawah Umur Dominasi Pelanggaran Ops Patuh Semeru 2019

Trenggalek, koranmemo.com – Sebanyak 1.083 pengendara motor terjaring razia Operasi Patuh Semeru 2019. Data itu adalah rekapitulasi pelanggaran selama 12 hari, rinciannya sebanyak 956 berupa penindakan tilang dan 127 teguran. Pengendara di bawah umur mendominasi pelanggaran operasi serentak yang berlangsung mulai 29 Agustus hingga 11 September.

Kasat Lantas Polres Trenggalek, AKP Suprihanto mengatakan, operasi yang berlangsung selama 14 hari itu menyasar delapan prioritas pelanggaran. Dari delapan jenis pelanggaran itu diperinci menjadi tiga target khusus. Sasarannya adalah semua jenis kendaraan bermotor. “Sasaran khususnya tidak pakai helm, melawan arus dan pengendara di bawah umur,” jelasnya, Selasa (10/9).Meskipun jumlah pelanggaran cenderung menurun ketimbang tahun lalu, namun jenis pelanggaran pengendara dibawah umur meningkat. Tahun lalu pelanggaran anak di bawah umur sebanyak 328 pelanggaran, meningkat sebanyak 144 pelanggaran. “Tahun lalu sebanyak 1.274 pelanggaran, saat ini 1.083 pelanggaran. Data hari ini dan besok belum,” kata dia.

Sementara berdasarkan klasifikasi profesi pelanggaran, pelajar meningkat hingga 139 pelanggar ketimbang tahun sebelumnya. Tahun lalu pelanggaran pelajar sebanyak 346 pelanggar, sementara rekapitulasi data hingga 9 September sebanyak 485. “Memang pelanggaran (secara global) cenderung menurun. Tapi tingkat pelanggaran masih tinggi,” jelasnya.

Selain razia, untuk menekan angka kecelakaan akibat tingginya pelanggaran petugas getol menyambangi sekolah untuk memberikan edukasi. Mereka juga menggelar sosialisasi ke lingkungan pondok hingga kegiatan lainnya seperti car free day (CFD). “Memang untuk menekan ini (pelanggaran pengendara di bawah umur) perlu kerja sama semua pihak, termasuk orang tua,” pungkasnya.

Reporter Angga Prasetiya

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date