Pengedar Ganja Asal Lampung Diringkus di Sidoarjo

Sidoarjo, koranmemo.com – Satreskoba Polresta Sidoarjo berhasil mengungkap jaringan pengedar ganja antar provinsi. Dari pengedar tersebut diamankan 4,5 kilogram daun ganja kering siap edar.

“Hasil penelusuran, tersangka merupakan penghubung jaringan luar pulau, Lampung. Terlihat dari bentuk kemasannya, model bata. Dikemas kotak dan dibungkus koran,” tutur Kapolresta Sidoarjo, Kombespol Himawan Bayu Aji, Jumat (14/9).

Barang yang diedarkan di Sidoarjo ini dikirim via jalur udara. Kemudian, dengan metode ranjau,  ganja tersebut diletakkan ditempat tertentu untuk melayani calon pembeli barang haram ini.

“Pelaku yang tertangkap ini berkordinasi dengan bandarnya lewat handphone,” sambung polisi dengan tiga melati dipundak ini.

Lebih jauh,  lulusan akpol tahun 1995 ini mengatakan, pengedar yang diketahui berhubungan dengan jaringan Lampung adalah Pris Dyas Prasmadani warga Desa Keterungan, Kecamatan Krian, Sidoarjo.

Dari penggerebekan di kediamannya itu, petugas mendapati ganja sebanyak 4,5 kilogram yang terbungkus dalam empat kotak dengan dibungkus lapisan koran. Biasa ‘pemain’ narkoba menyebutnya dengan kemasan bata. ” Ada daun ganja kering seberta 4,5 kilogram diamankan sebagai barang bukti. Dalam kemasan 4 bata,” papar Kapolresta Sidoarjo.

Dalam pemeriksaan, Pris mengaku sudah dua kali menerima kiriman ganja dari seorang pria bernama Bebek alias Gundul yang sekarang berstatus DPO polisi.

Pertama pengambilan 15 kilogram ganja, dan kedua 20 kilogram ganja. “Diranjau di daerah Sedati. Saya dihubungi lewat telpon disuruh mengambil,” ujarnya saat menjalani pemeriksaan penyidik Sat Reskoba Polresta Sidoarjo.

Kiriman 20 kilogram ganja itu diambilnya 10 September 2018 kemarin.  Sebanyak 15 kilogram sudah dikirim lagi ke kawasan Wonoayu. Caranya sama, diranjau.

Sisa 5 bata atau lima kilogram, disimpannya di rumah sambil menunggu perintah dari Gundul. Nah, sisa itulah yang ketahuan polisi ketika melakukan penggerebekan di rumah Pris.

Dalam setiap pengiriman, Pris mengaku mendapat upah Rp 1,5 juta plus ganja 100 gram. Tapi sekarang, dia harus mendekam di dalam penjara karena bisnis haramnya terbongkar.

Penangkapan terhadap Pris berawal dari Efendi Santoso (33) warga Tropodo, Krian, Sidoarjo yang tertangkap menyimpan 5 paket sabu yang berat totalnya mencapai 1,68 gram di kamarnya. Dia mengaku dapat barang dari Pris, kemudian dikeler dan menunjukkan rumah pengedar tersebut.

Reporter : Yudhi Ardian

Editor : Della Cahaya

Follow Untuk Berita Up to Date