Pengangguran Tertinggi di Jatim Mayoritas Lulusan SMK

Sidoarjokoranmemo.com – Gubernur Jawa Timur terpilih, Khofifah indar Parawansa (KIP) terus membuka lapangan pekerjaan di berbagai bidang. Menurutnya, hal itu guna menurunkan angka pengangguran yang ada di Jawa Timur.

Salah satu cara adalah dengan mengirimkan guru-guru untuk belajar ke luar negeri. “Bisa expert dari negera Inggris didatangkan ke Indonesia untuk berbagi kemampuan di Indonesia. Atau guru-guru Indonesia dikirim ke sana, untuk belajar di sana,” ungkap Khofifah saat di Sidoarjo, Rabu (30/1/2019).

Dikatakan, mayoritas pengangguran tertinggi di Jatim adalah lulusan dari Sekolah Menengah Keatas (SMK). Angkanya cukup tinggi. Ia menyebut kondisi demikian lantaran 55 persen SMK di Jatim tidak memiliki Laboratorium dan tempat praktik.

Sejumlah langkah untuk mengantisipasi hal tersebut adalah akan dilakukannya kerjasama antara SMK pioner dalam bidang yang berkaitan. Misalnya pariwisata, sipil, mesin, dan sebagainya.

Gubernur Jatim yang rencananya akan dilantik bulan depan ini mencontohkan,  dengan negara Inggris. Di sana sangat mumpuni dalam hal pesawat terbang. Nah, Indonesia butuh tukang spare part.

“Bisa juga dengan pertukaran pelajar, kerjasama dalam praktik yang serumpun, dan sebagainya. Kami sudah bicarakan itu dengan Inggris, Australia dan beberapa negara lain,” tambah Ketua Umum Muslimat NU tersebut.

Selain itu, dirinya juga akan meningkatkan kerjasama dengan semua kabupaten kota di Jawa Timur. Hal itu menurutnya merupakan terobosan lain untuk mengatasi persoalan di sekolah-sekolah SMK.

“Makanya pada APBD 2019 kita mendesak mengalokasikan anggaran untuk itu. Dan saya berterima kasih kepada Pak Dhe Karwo (Gubernur Soekarwo), sudah ada alokasi anggaran untuk itu di APBD 2019,” kata Khofifah saat di Sidoarjo, Rabu (30/1/2019).

Dirinya tidak menyebut angka dalam APBD itu, tapi disebutkan jumlahnya masih belum cukup. Sehingga perlu
“Termasuk kita bicarakan dengan beberapa negara lain yang berminat untuk bekerjasama dengan Jawa Timur,” bebernya.

Para relawan yang sejak lama mendukungnya, diharap ikut melanjutkan langkah-langkahnya dalam mengidentifikasi persoalan dan potensi di berbagai wilayah.

“Tentu harus sinergi dengan pemerintah setempat. Karena sekarang ini, kita sangat butuh kerjasama yang kuat dengan semua kabupetan-kota,” pungkasnya.

Reporter Yudhi Ardian

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date