Penetapan Tersangka Syahri Mulyo Tak Pengaruhi Jalannya Pilkada

Tulungagung, koranmemo.comKomisi Pemilihan Umum (KPU) Tulungagung menyatakan dengan adanya penetapan tersangka terhadap salah satu calon bupati nomor urut dua yakni Syahri Mulyo (calon petahana) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jum’at (8/6) dini hari, tidak mempengaruhi proses Pilkada Tulungagung. Sebab, yang bersangkutan hingga kini masih sah sebagai calon kepala daerah.

Ketua KPU Tulungagung, Suprihno mengatakan sesuai dengan PKPU 15 tentang pencalonan pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota serta perubahan PKPU nomor 3/2017 tentang pencalonan bahwa pada pasal 78, setiap paslon bupati dan wakil bupati bisa diganti yang pertama apabila yang bersangkutan sakit secara permanen, kedua berhalangan tetap dan yang terakhir dijatuhi hukuman pidana berdasarkan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

“Sebelum kasus itu incrach atau memiliki keputusan hukum tetap, maka tidak bisa membatalkan pencalonan. Sehingga untuk saat ini proses pilkada masih berjalan seperti biasa, sesuai dengan tahapan yang ditetapkan,” kata Suprihno kepada koranmemo.com, Jum’at (8/6).

Suprihno menjelaskan, pergantian bupati bisa dilakukan oleh masing – masing paslon, apabila pada masa verifikasi kemudian maksimal 30 hari sebelum hari pelaksanaan pemungutan suara. Namun, setelah 30 hari pemungutan suara itu tidak bisa dilakukan pergantian dalam artian proses penyelenggaraan pilkada tetap terus berjalan. “Jadi calon tidak bisa diganti hingga selesai rekapitulasi hingga diketahui hasil pemenangnya,” jelasnya.

Disinggung jika dalam pemungutan suara dimenangkan oleh paslon nomor urut dua yakni paslon Syahri Mulyo – Maryoto Bhirowo (SahTo) dan ditetapkan sebagai pemenang, kata Suprihno, ketika sudah mendapatkan putusan pengadilan yang berkuatan hukum tetap maka itu sudah kewenangan dari Kementrian dalam negeri (kemendagri) sesuai dengan aturan itu diberhentikan dari bupati.

Kemudian untuk penggantinya sesuai dengan aturan yakni wakil bupati. Selanjutnya partai pengusung akan mengajukan usulan untuk wakil bupati nantinya. “Partai pengusung nanti berunding siapa pengganti wakil bupati,” jelasya.

Suprihno menambahkan kedua paslon masing – masing masih memiliki agenda besar terkahir yakni pertemuan akbar. Yakni pada (21/6) untuk paslon nomor urut dua paslon Syahri Mulyo – Maryoto Bhirowo (SahTo), sedangkan pada (23/6) agenda kegiatan untuk paslon Margiono – Eko Prisdianto. “Ada dua agenda kegiatan, masing – masing paslon satu agenda. Yakni pertemuan akbar dengan masyarakat,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Pilkada Tulungagung diikuti oleh dua paslon yakni nomor urut satu paslon Margiono-Eko Prisdianto yang diusung 9 partai politik, PKB, Partai Demokrat, Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Hanura, PAN, PKS, PPP dan PBB, serta paslon nomor urut dua Syahri Mulyo-Maryoto Birowo yang diusung PDIP dan Partai Nasdem.

Seperti yang diberitakan, pada Jumat (8/6) dini hari KPK resmi menetapkan Syahri Mulyo sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap proyek infrastruktur dari kontraktor asal Blitar senlai Rp1,5 miliar. Namun, keberadaan Syahri Mulyo hingga kini masih belum diketahui. Tersangka menghilang sejak KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Blitar dan Tulungagung.

Reporter : Denny Trisdianto

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date