Penetapan Tersangka Atas Vigit Dinilai Cacat Hukum

Sidoarjo, koranmemo.com – Kuasa hukum Vigit Waluyo (VW) langsung merespon keras atas tindakan Satgas Anti Mafia Bola Polri, yang menetapkan kliennya sebagai tersangka dalam kasus dugaan mafia bola. Penetapan itu, dinilai leh M. Sholeh sebagai cacat hukum.

“Menyayangkan penetapan tersangka tanpa diperiksa terlebih dahulu. Mengacu Mahkamah Konstitusi No. 21 tahun 2014, pertimbangan hukumnya, penetapan tersangka harus didahului pemeriksaan calon tersangka,” ucap M. Sholeh kuasa hukum VW usai membesuk Vigit Waluyo di Lapas Kelas 2A Sidoarjo, Selasa (15/1/2019).

“Cacat hukum, karena ini bukan kasus OTT. Penyidik harus hati-hati. Kasus ini menjadi perhatian publik karena terkait kasus mafia bola. Bagi kami, menegakkan hukum tidak boleh dengan cara melanggar hukum. Periksa aja dulu, terlepas hasil pemeriksaan sebagai saksi, penyidik tetep gak yakin, itu lain soal. Terpenting prosedurnya,” imbuhnya.

Sholeh menuturkan kondisi VW saat ini dalam keadaan sakit. Pihaknya menyarankan VW untuk ketemu dokter dan Opname. “Saat ini klien kami sedang sakit Typus, sakit Jantung juga ada. Kami menyarankan untuk dirawat,” tambah Sholeh.

Ditanya terkait putusan Komite Disiplin (Komdis) PSSI Liga 2 dalam kasus pelanggaran disiplin dengan nomer putusan 107/L2/SK/KD-PSSI/I/2019, pihaknya mengaku akan melakukan upaya banding. Selain itu, putusan Komdis dinilainya Aneh Bin Ajaib

“Karena didalam putusan itu Aneh Bin Ajaib. Ia dituduh membiayai beberapa klub, namun tanpa disebut klub mana saja yang dibiayainya. Selanjutnya, dituduh melakukan pengaturan skor, pertandingan apa juga tidak disebut dalam surat putusan itu,” bebernya.

Lebih jauh Sholeh menjelaskan, sejumlah tuduhan yang disebutkan kepada kliennya dinilainya tidak benar. Menurutnya, diakhir tahun 2017, VW sudah tidak aktif dalam dunia persepakbolaan.

“Akhir tahun 2017 Vigit sudah tidak aktif dalam sepakbola. Kenapa ada tuduhan nyekik pelatih klub Kalteng Putra, itu bohong semua. Dia tidak pernah melakukan, ketemu aja tidak pernah. Dan, itu juga telah dibantah oleh pelatih itu saat ketemu dengan Komdis,” urainya.

Wartawan : Yudi Ardian

Editor : Irwan Maftuhin

Follow Untuk Berita Up to Date