Penemuan Struktur Cagar Budaya, Lebih Tua dari Majapahit?

Kediri, koranmemo.com – Struktur cagar budaya ditemukan di lahan milik warga di Dusun Wonorejo, Desa Semanding, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri. Struktur berupa tumpukan batu bata kuno itu diperkirakan peninggalan Kerajaan Kadiri abad ke 10 yang jauh lebih tua jika dibandingkan dengan peninggalan Kerajaan Majapahit.

Penemunya oleh pemilik lahan, yaitu Zaenudin, warga Dusun Wonorejo juga. Lokasinya berbatasan dengan penemuan situs Adan-Adan di Desa Adan-Adan, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri.

“Penemuan struktur cagar budaya ini setelah dilakukan penggalian untuk dibuka lahan pertanian baru. Setelah itu kami minta untuk tidak dicangkul dan setiap batu bata kunonya akan diteliti oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur,” kata Eko Priyatno, Kasi Musium dan Kepurbakalaan Dinas Pariwisata Kabupaten Kediri, Senin (26/3).

Selain batu bata kuno, katanya, di lahan itu juga ditemukan dua batu octagon dan satu batu balok yang dihias sulur khas Kediri. Ada kemungkinan struktur cagar budaya itu masih satu masa dengan situs Adan-Adan dan Kompleks Candi Todowongso di Desa Gayam, Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri.

“Ada kemungkinan masih satu rangkaian. Tapi kami belum bisa memastikan karena orang BPCB batal datang hari ini karena ada urusan di Jakarta. Kami tunggu saja nanti,” katanya.

Ukuran batu bata yang ditemukan, rata-rata berukuran panjang 40 centimeter, lebar 20 centimeter, dan tebal 10 centimeter. Diperkirakan lebih tua jika dibandingkan dengan peninggalan Kerajaan Majapahit.

“Karena strukturnya lebih besar jika dibandingkan dengan struktur batu bata peninggalan Majapahit, kemungkinan usianya juga lebih tua. Perkiraannya, ini peninggalan abad ke sepuluh dan abad kesebelas Masehi,” jelasnya.

Sampai saat ini, penggalian lahan untuk tanah uruk di lahan tersebut masih berlangsung. Pemkab Kediri belum berani melakukan sesuatu karena belum ada rekomendasi dari BPCB.

“Kami minta pada pekerja jika menemukan batu bata untuk tidak dicangkul tapi hindari atau ditinggalkan terlebih dahulu,” pintanya.

Reporter: Zayyin Multazam

Editor: Gimo Hadiwibowo

Follow Untuk Berita Up to Date