Penderita Capai 791 orang, PMI Minim Stok Trombosit 

Ponorogo, koranmemo.comPermintaan trombosit di Unit Tranfusi Dara (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Ponorogo membludak, pasca penetapan Kejadian Luar Biasa (KLB) serangan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Ponorogo. Bahkan kini PMI mengaku klimpungan memenuhi tingginya permintaan akibat semakin menipisnya stok kantong trombosit.

Dari data di UTD PMI Ponorogo tercatat, ledakan permintaan trombosit sendiri telah terjadi sejak awal Januari lalu. PMI merinci hingga kini telah mendistribusikan 352 kantong trombosit ke 6 rumah sakit yang ada, padahal Desember tahun lalu baru 143 kantong trombosit yang didistribusikan.

Hingga hari ini hanya tersisa 9 kantong trombosit saja. Padahal, setiap harinya permintaan trombosit ke PMI mencapai 20 kantong. Kondisi ini diperparah dengan sulitnya mencari pasokan trombosit dari PMI di areal Madiun Raya. Hal ini akibat, PMI sekitar enggan memberikan stok trombosit akibat di sejumlah tempat di sekitar Ponorogo kasus Demam Berdarah juga cukup tinggi.

Kepala UTD PMI Ponorogo dr Andy Nurdiana mengaku kebingungan dengan semakin menipisnya stok trombosit, akibat banyaknya penderita Demam Berdarah di Ponorogo. Ia mengaku idealnya untuk mencukupi tingginya permintaan trombosit, dalam satu hari sedikitnya minimal harus ada 30 orang  pendonor, ironisnya hanya ada 5 orang pendonor saja setiap harinya.

” Stok trombosit di PMI Ponorogo tidak aman, kita sudah menipis stoknya, kini tinggal 9 kantong saja. Padahal permintaanya 20 kantong setiap hari, idealnya 20 kantong trombosit harus ada. Kita sudah coba minta ke PMI tetangga tapi mereka tidak mau memberi karena buat jaga-jaga, ini karena di wilayahnya juga banyak terjadi demam berdarah,” ungkapnya, Kamis (31/1)

Pihaknya pun meminta warga berperan aktif dalam mendonorkan darahnya. Hal ini untuk memenuhi kecukupan kebutuhan trombosit yang menjadi faktor penting dalam kesembuhan penderita DBD. “Kami harap warga ikut mendonorkan darahnya. Hal ini penting karena trombosit menjadi faktor penting bagi kesembuhan mereka, idealnya satu pasien itu membutuhkan 4 sampai 3 kantong trombosit,” akunya.

Sementara itu, dari data yang berhasil dihimpun di 4 rumah sakit, hingga kini jumlah penderita demam berdarah telah mencapai angka  791 orang. Dengan rincian RSUD dr Harjono 347 pasien, RSU Aisyah 260 pasien, RSU Muhammdyah 260 pasien, RS Darmayu 68 pasien.

Disisi lain, melalui surat nomor: 440/310/405.10/2019  tertanggal 30 Januari 2019, yang ditandangani Sekda Ponorogo Agus Pramono itu, Pemkab Ponorogo pun resmi membebaskan seluruh biaya perawatan pasien demam berdarah di 6 rumah sakit daerah dan swasta yang ada di Ponorogo. Selanjutnya seluruh biaya perawatan pasien akan ditanggung oleh pemerintah daerah. Pembebasan biaya ini hanya berlaku pada layanan kamar kelas III. Besaran biaya pengobatan yang ditanggung mencapai Rp 1.850.000 per orang.” Suratnya sudah turun, mulai hari ini pasien demam berdarah sudah digratiskan biaya perawatan dan pengobatanya,” ujar Kasubag Humas RSUD dr Harjono Ponorogo Suprapto.

Reporter Zainul Rohman

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date