Pemohon Diska Tahun Ini Meningkat

Kediri, koranmemo.com – Jumlah masyarakat yang mengajukan permohonan Dispen Kawin (Diska) ke Pengadilan Agama Kediri, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan permohonan Diska ini juga mencerminkan jumlah pernikahan di bawah umur bertambah, padahal calon mempelai masih mempunyai masa depan yang panjang.

Wakil Panitera Pengadilan Agama (PA) Kediri, Katimun mengatakan, berdasarkan jumlah permohonan yang diterima pihak PA mulai awal tahun sampai tanggal 20 Juni 2019, jumlahnya mengalami peningkatan sebesar 30 persen. “Ini untuk permohonan yang kami terima. Sebelum memberikan Diska, kami akan melakukan sidang terlebih dahulu,” jelas Katimun, Kamis (20/6).

Peningkatan 30 persen tersebut diperoleh dari jumlah permohonan yang diterima sebanyak 16 berkas. Pada tahun 2018, jumlah masyarakat yang mengajukan permohonan dengan batas waktu yang sama sampai Juni, hanya 11 berkas. Pengajuan ini juga dipengaruhi oleh beberapa faktor, namun yang paling dominan, mereka mengajukan permohonan lantaran faktor pergaulan ynag dinilai bebas.

Rata-rata yang datang ke PA dalam pengajuan Diska karena pihak perempuan sudah mengandung atau masyarkat lebih mengenal sebagai married by accident (MBA). “Memang faktor ini yang paling banyak, harus ada kesadaran dari pihak keluarga. Saya ambil contoh dari berkas pengajuan, ada yang masih berusia 16 tahun untuk yang laki-laki. Untuk perempuan ada yang berusia 15 tahun,” tutur Katimun.

Padahal, untuk saat ini batas usia pernikahan diatur dalam Pasal 7 ayat 1 Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 1974, batas usia untuk laki-laki yang dinilai cukup adalah 19 tahun dan 16 tahun untuk perempuan. Meskipun demikian, masih banyak masyarakat ynag mengajukan Diska meskipun usia mereka belum sesuai dengan ketentuan tersebut.

Menurut Katimun, ini menjadi pertimbangan yang berat bagi hakim, karena menilai pasangan yang mengajukan Diska masih belum matang dari psikolog mereka. Saat persidangan pun, pasangan yang mengajukan Diska harus hadir beserta pihak keluarga masing-masing. Dari pasangan tersebut, bisa keduanya mengajukan Diska atau hanya salah satu saja.

Apabila salah satu dari pasangan tersebut usianya sudah cukup, maka tidak perlu menggunakan Diska untuk melangsungkan pernikahan. Pihak PA juga mengimbau kepada orangtua untuk selalu membimbing serta mengawasi rumah tangga anak mereka. Lantaran, perubahan status juga dapat mempengaruhi mental serta psikologi pasangan muda tersebut.

Peran keluarga sangat diperlukan, karena pasangan muda ini belum mempunyai fondasi yang kuat untuk menjalani hari-hari sebagai pasangan suami istri. Pasangan muda tersebut, juga sangat riskan terjadi perselisihan. Jika perselisihan tersebut sampai berlarut-larut, dapat mengakibatkan perpisahan (perceraian).

“Sangat riskan, baik pihak laki-laki maupun perempuan. Kalau laki-laki, tanggungjawab dan kewajibannya meningkat karena sebagai kepala keluarga. Pihak permpuan juga seperti itu, harus bisa mengatur keluarga, belum lagi dituntut untuk merawat anak,” imbuh Katimun.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu

Editor : Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date