Pemkot Madiun Belum Tetapkan Besaran Remunerasi ASN

Share this :

Madiun, koranmemo.com – Pemkot Madiun masih menggodok besaran remunerasi yang akan diterima Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Ini menyusul, selesainya hasil kajian penghitungan remunerasi dari tim kajian tunjangan kinerja (tukin) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Rabu (13/9).

Wali Kota Madiun, Sugeng Rismiyanto mengatakan, hasil kajian Unair memberikan tiga alternatif penghitungan remunerasi berdasarkan banyaknya poin, yakni Rp 3.000, Rp 3.500 dan Rp 4.200. “Nanti saya minta diteruskan oleh tim dan digodok, karena dengan penetapan ini akan mengubah struktur anggaran di APBD. Kalau sudah ditetapkan apakah menggunakan alternatif satu, dua atau tiga. Setelah itu baru dibawa ke KPK, untuk kita dimintakan rekomendasi,”kata Sugeng, Rabu (13/9).

Sementara itu, ketua tim kajian tukin dari Unair, Nuri Herawati mengungkapkan, tim hanya bertugas menghitung job evaluation atau evaluasi beban kerja setiap jabatan, sementara berkaitan dengan anggaran diserahkan ke Pemkot Madiun.

Nuri menjelaskan, besaran pemberian remunerasi di Kota Madiun dibanding daerah lain di Jatim dikategorikan sedang, karena ada sejumlah daerah di Indonesia yang menerapkan Rp 1.000,  Rp 2.000, Rp 7.000 hingga Rp 14.000, disesuaikan dengan kemampuan anggaran masing-masing daerah.“Tergantung kemampuan anggran daerah. Untuk Madiun ini agak terlambat, Surabaya saja sudah sejak tahun 2008, Jakarta itu tahun 2015,” ujarnya.

Tim anggaran dan tim remunerasi Pemkot Madiun mengupayakan remunerasi diberikan kepada ribuan ASN mulai tahun depan. Remunerasi yang akan diterima ASN berbeda dengan tambahan penghasilan yang selama ini sudah diterima. Besaran anggaran belanja pegawai di Kota Madiun sekitar Rp. 354 miliar, termasuk didalamnya gaji ASN.

Reporter: M. Adi Saputro

Editor: Achmad Saichu

Facebook Comments
Follow Us

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz