Pemkot dan Pemkab Kediri Bahas Upaya Pembangunan Jembatan Mrican 

Kediri, koranmemo.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri sedang mengupayakan bisa membangun kembali jembatan Mrican yang runtuh beberapa tahun lalu. Pasalnya, jembatan yang diklaim milik Perusahaan Gula (PG) Mrican itu menjadi akses penting bagi masyarakat sekitar terlebih jika di sektar kawasan itu akan ada tol serta Bandar udara (Bandara).

Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (Barenlitbang) Kota Kediri, Edi Darmasto mengatakan, pihaknya telah melakukan rapat bersama antara Barenlitbang Kota Kediri, Bappeda Kabupaten Kediri, Dinas Pekerjaan Umum Kota dan Kabupaten Kediri, serta Dinas Perhubungan Kota dan Kabupaten Kediri terkati nasib Jembatan Mrican. Mereka meraih kesimpulan yang mengarah pada membangun jembatan itu.

“Ada empat rekomendasi pada rapat itu. Pertama pemerintah kota Kediri akan melacak asset jembatan Mrican, dimana informasi terkahir asset jembatan Mrican ini telah dihapus dari PG Mrican. Kedua, perlu komunikasi tingkat tinggi antara Wali Kota Kediri, Bupati Kediri, dengan Guburnur Jawa Timur. Ketiga, perlu diadakan rapat koordinasi lanjutan yang melibatkan Bappeda Jawa Timur, PU Bina Marga Jatim, dan Dishub Jatim, serta PG Mrican, dan keempat Pemerintah Kota Kediri serta Pemerintah Kabupaten Kediri bersepakat bahwa pembangunan Jembatan Mrican sebaiknya dilaksanakan oleh Pemprov Jawa Timur/Kementerian PU/CSR, dan bersedia dalam menyediakan akses Jembatan termasuk di dalamnya pembebasan lahan akses Jembatan,” ujarnya kepada Koranmemo.com, Kamis (25/4).

Lebih lanjut, Edi mengatakan, pembangunan itu menjadi prioritas pemerintah daerah untuk membantu lalu lintas warga dari barat sungai ke timur sungai atau sebaliknya. Prioritas ini tidak terlepas dari wacana akan dibangun jalan tol Kertosono – Kediri – Tulungagung dalam waktu dekat. Namun, yang menjadi kendala adalah keberadaan jembatan itu yang dianggap masih dimiliki oleh PG Mrican.

“Makanya ini kita melacak bagaimana posisi asset jembatan itu. Karena ini sudah ambrol bisa dikatakan sudah hangus entitas pemerintah atau perusahaan itu sudah dihapuskan,” jelasnya.

Kapan akan mulai dibangun? “Kita belum tahu, tapi kita sudah menjadi prioritas pembangunan. Semakin cepat semakin bagus, dengan mengupayakan terus menerus. Makanya kita tingkatkan terus koordinasi para pemangku kepentingan. Karena ini kepentingannya ada Pemerintah Kota dan Kabupaten Kediri terutama yang punya dampak pada kemacetan,” tandasnya.

Kondisi Jembatan Mrican pasca ambrol pada 2 Maret 2017 lalu sampai saat ini tidak bisa dilalui. Warga yang biasanya melintas melalui jembatan itupun harus menggunakan getek, atau memutar lewat Jembatan Semampir, atau ke utara melalui bendungan waru turi Gampengrejo Kabupaten Kediri.

“Pengennya segera dibangun, dulu sebelum ambruk saya lewat sini karena kerjanya di SPBU Prambon situ. Tapi sekarang harus memutar lewat Semampir, atau lewat bendungan tapi harus bayar,” kata Hadi warga Kelurahan Ngadisimo Kota Kediri.(Adv)

Reporter Zayyin Multazam

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date