Pemkab Trenggalek Kirim Bantuan untuk Korban Bencana di Sulawesi Tengah

Trenggalek, koranmemo.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek mengirimkan bantuan untuk korban bencana alam di Donggala, Palu dan Sigi Sulawesi Tengah. Bantuan  yang dikirimkan itu merupakan hasil penggalangan dana dari berbagai lapisan masyarakat, termasuk sejumlah instansi di lingkup Pemkab Trenggalek. Pengiriman bantuan diberangkatan secara simbolis di Pendapa Manggala Praja, Rabu (24/10).

Bupati Trenggalek, Emil Elestianto Dardak mengatakan, bantuan ini merupakan hasil penggalangan dana dari berbagai pihak. Dengan adanya bantuan ini, diharapkan dapat meringankan beban para korban bencana alam. “Saya sangat berterima kasih kepada Pak Wabup, Kadinsos dan semua pihak yang ikut menyukseskan kegiatan ini, termasuk seluruh elemen lapisan masyarakat,” ujarnya.

Emil menyebut, pengiriman bantuan  ini juga syarat makna. Bukan hanya soal mengirimkan bantuan berupa barang, namun terdapat makna filosofis di dalamnya, diantaranya adalah rasa saling berbagi dan mengasihi kepada sesama. Wujud kepedulian itu dibuktikan dengan terkumpulnya bantuan tersebut. “Bukan hanya sekedar mengirim barang, melainkan kita mendukung, memfasilitasi nilai-nilai yang luhur dari masyarakat Trenggalek,” imbuhnya.

Bahkan respon masyarakat untuk membantu korban bencana alam di Donggala Palu dan Sigi diakuinya begitu besar. Kondisi ini terlihat dari banyaknya masyarakat yang melakukan penggalangan dana untuk kemudian disumbangkan kepada para korban terdampak bencana alam. “Walaupun Trenggalek ada tantangan kekeringan namun tidak sedikitpun mengurangi empati kita untuk menyalurkan bantuan kepada saudara sebangsa dan setanah air,” pungkasnya.

Ratna Sulistyowati, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Trenggalek mengatakan, setelah diakumulasi dari hasil penggalangan dana yang terkumpul sebesar Rp 156.892.700,-. Uang tunai itu berasal dari 34 kelompok masyarakat, mulai dari sekolah, perkumpulan masyarakat, OPD maupun ASN. “Ada bantuan masyarakat yang masuk ke rekening BAZNAS sebesar lebih dari Rp 20 juta,” jelasnya.

Berdasarkan hasil koordinasi dengan Dinsos Provinsi, lanjut Ratna uang tersebut akhirnya diwujudkan dalam bentuk logistik sesuai dengan kebutuhan korban bencana. Pengiriman bantuan berupa barang dinilai lebih efektif, karena sesuai dengan apa yang dibutuhkan saat ini. “Setelah kami berkoordinasi dengan posko jatim yang ada di Palu ternyata yang dibutuhkan itu terpal makanan bayi dan sebagainya, kebutuhan pokok,” kata dia.

Setidaknya dalam pengiriman bantuan logistik itu terdapat sebanyak 3 ton beras, 110 dus karton layak pakai, perlengkapan ibadah, sembako, dan beberapa kebutuhan pokok lainnya. Selain itu, nantinya terdapat 10 petugas baik dari Tagana dan Dinsos P3A Kabupaten Trenggalek yang diberangkatkan ke Palu. “Dari tagana dan Dinas P3 A ada 10 personil, nanti provinsi yang mengatur personilnya,” pungkasnya.

Reporter Angga Prasetya
Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date