Pemkab Siapkan Rp 32 Miliar untuk Tunjangan ASN

Share this :

Madiun, koranmemo.com – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Madiun Edy Bintardjo menyebut tahun ini pemkab telah menaikkan alokasi anggaran untuk pemberian tunjangan kinerja (tukin) aparatur sipil Negara (ASN). “Alokasi tahun ini sebesar Rp 32 miliar dari sebelumnya sebesar Rp 26 miliar,’’ kata Edy Bintardjo kepada wartawan, Rabu (7/2).

Adanya peningkatan alokasi anggaran Tukin, maka masing-masing kepala organisasi kepala daerah (OPD) yang berstatus eselon II b mendapatkan tambahan hingga Rp 500 ribu. Dari semula Rp 2,5 juta meningkat menjadi Rp 3 juta.

Kenaikan serupa juga memanjakan para pajabat fungsional tertentu. Dari tukin tahun lalu sebesar Rp 500 ribu naik menjadi Rp 800 ribu tahun ini.

Edy mengklaim, tambahan anggaran Tukin hingga Rp 6 miliar tidak akan membebani keuangan pemkab Madiun. Sebab, peningkatan tukin itu masih dinilai wajar dan belum terlalu besar.

“Peningkatan (tukin, red) ini tidak besar. Untuk mengakomodir para pejabat fungsional tertentu,” katanya.

Dijelaskan, penerimaan Tukin tergantung dari penilaian sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintahan (SAKIP) yang didapat OPD yang menaunginya. Jika ingin mendapatkan tukin 100 persen, maka harus mendapatkan SAKIP kategori A.

Apabila SAKIP mendapatkan B, maka tukin yang diterima hanya sebesar Rp 95 persen, C (90 persen), C (85 persen) dan D (80 persen). ‘’SAKIP ini mempengaruhi tukin yang diterima setiap personal OPD,’’ terangnya.

Tak banyak indikator yang dimasukkan untuk menghitung tukin tersebut. Baru 2019 nanti, bakal ada penambahan indikator seperti inovasi dan target kinerja. Dalam penilaiannya bakal melibatkan Badan Kepegawaian Daerah, Pendidikan dan Pelatihan (BKD) dan Bagian Organisasi yang akan menilai beban kerja masing-masing PNS. ‘’Selama ini masih mengacu pada absensi,’’ ujarnya.

Tahun depan pula, honor kegiatan yang didapat para pejabat fungsional tertentu itu bakal dihapus. Sangat tidak fair jika PNS tersebut mendapatkan tambahan penghasilan dobel. Sehingga dapat mengefisiensikan anggaran. Tahun ini indikator beserta nilai tukin yang didapat bakal dikaji dan dimatangkan terlebih dahulu. Serta e-planning untuk efisiensi anggaran dan penghapusan honor kegiatan. ‘’Sementara untuk honor, tahun ini masih berjalan,’’ katanya.

Reporter: Juremi

Editor: Achmad Saichu

Facebook Comments
Follow Us

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz