Pemkab Blitar Pertahankan Status Gunung Kelud

Blitar,Koran Memo – Upaya dan komitmen Pemkab Blitar untuk mempertahankan kepemilikan Gunung Kelud terus dilakukan dengan seringnya menggelar pertemuan dan koordinasi dengan lintas setoral. Bahkan Pemkab Blitar menggelar rapat rutin membahas tapal batas untuk persiapan jika sewaktu-waktu ada panggilan mediasi yang dilakukan Kemendagri.

Gunung Kelud dari Blitar (arief/memo)
Gunung Kelud dari Blitar (arief/memo)

Bupati Blitar, H Herry Noegroho SE MH, mengungkapkan jika sejauh ini Pemkab Blitar sudah melakukan audiensi dengan Kemendagri terkait penyelesaian tapal batas Gunung Kelud dengan Kabupaten Kediri. Bahkan dalam koordinasi yang dilakukannya dihadiri Tim Penegasan Batas Daerah, camat, kepala desa, dan tokoh masyarakat.

”Kami menyiapkan ini sebagai bahan paparan jika sewaktu-waktu diminta Kemendagri untuk melakukan mediasi, dimana paparan ini digunakan untuk bahan di Kemendagri,” kata Bupati Herry.

Lebih lanjut, Bupati Herry menjelaskan sebelumnya pihaknya juga sudah melakukan komunikasi dengan pencabutan SK Gubernur yang sebelumnya menjadi polemik, maka semua proses kembali dimulai dari awal dan Pemkab Blitar bisa kembali untuk mempertahankannya.

”Dengan dicabutnya SK Gubernur kemarin menjadikan kesempatan untuk memiliki kembali,” ujarnya.

Sementara Kabag Tata Pemerintahan, Suhendro Winarso mengatakan menindaklanjuti hasil pertemuan Bupati Blitar di Jakarta sebelumnya, tahapan selanjutnya sesuai Permen nomor 76 tahun 2012 tentang Pedoman Penegasan Batas Wilayah, yakni bupati yang berselisih dan gubernur yang berselisih akan diundang ke pemerintah pusat, dalam hal ini menteri dalam negeri masing-masing harus memaparkan dari aspek teknis, yuridis dan fakta di lapangan.

”Kami mencoba membuat konsep untuk paparan bapak bupati dan meminta masukan peserta rapat sebagai penyempurnaan. Hal ini kami lakukan untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu ada panggilan mediasi oleh Mendagri kami sudah siap,” jelas Suhendro.

Suhendro menegaskan, kini pihaknya masih menunggu undangan mediasi tapal batas Gunung Kelud dari Mendagri, namun bisa jadi setelah Agustus mendatang. ”Yang jelas kami siap saja jika sewaktu-waktu ada mediasi, terkait tapal batas Gunung Kelud dengan Gubernur maupun Pemkab Kediri dari Mendagri,” imbuhnya. (rif)

Follow Untuk Berita Up to Date