Pemegang KIP Tak Rasakan Manfaat, Dewan Kritisi Peran Disdik 

Nganjuk, koranmemo.com- Dunia pendidikan di Kabupaten Nganjuk beberapa waktu terakhir ini dihebohkan dengan pengakuan sejumlah pemegang KIP (Kartu Indonesia Pintar) yang belum menerima pencairan. Akibatnya, para wali murid kebingungan lantaran kartu sakti dari program pemerintah pusat tersebut belum bisa dirasakan manfaatnya setelah dipegang lebih dari tiga semester.

Dikonfirmasi perihal ini, Komisi IV DPRD Kabupaten Nganjuk, Karyo Sulistyono, mengaku prihatin lantaran bantuan dari pemerintah tidak tersalurkan dengan baik. Selain itu, Karyo mengaku jika pihaknya juga sudah menerima informasi tersebut sebelumnya.

“Saya sangat prihatin karena program tersebut tidak tersalurkan dengan baik. Kami kemarin juga sudah menerima kabar ini, namun sayangnya hari ini kebetulan bertepatan (dewan) ada agenda di luar kota. Jika memang informasi itu benar, maka pihak-pihak terkait akan kami undang,” ungkapnya dikonfirmasi Koranmemo.com via seluler, Senin (28/8).

Ditegaskan jika penyaluran dana untuk program KIP bukan main-main, sehingga harus sampai kepada pemegang kartu. Karyo juga mengatakan akan melakukan sidak (inspeksi mendadak) dalam waktu dekat guna menemui pemegang kartu secara langsung.

“Bahaya jika memang tidak tersalurkan kepada pemegang kartu. Dalam waktu dekat akan kami sidak untuk menemui penerima KIP yang belum menerima pencairan tersebut,” ujarnya.

Disinggung mengenai mekanisme pencairan dana KIP dari pemerintah pusat, Karyo menyebut hal ini tidak lepas dari peran aktif Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk. Menurutnya, dinas tersebut seharusnya melakukan pengawalan sampai kucuran dana sampai kepada penerima, sehingga tidak bisa lepas tangan begitu saja.

“Biasanya dana bantuan melalui KIP akan langsung masuk ke rekening. Tetapi dalam hal ini seharusnya Dinas Pendidikan setempat bisa pro aktif, terlebih setelah memperoleh kabar seperti ini. Jadi dinas harus tahu, tidak boleh sampai tidak tahu,” tegas Karyo.

Diberitakan sebelumnya, belasan orang tua siswa di SD Margopatut 8 Kecamatan Sawahan Kabupaten Nganjuk, mengeluh belum merasakan manfaat dari program KIP (Kartu Indonesia Pintar). Masalah itu sekaligus terjadi di sejumlah wilayah kecamatan lain, meliputi Tanjunganom, Gondang dan Sukomoro yang mana dana peserta didik pemegang Kartu Indonesia Pintar tidak terealisasi. Padahal, anak-anak mereka telah memegang kartu itu selama hampir dua tahun.

Hal itu diungkapkan belasan orang tua siswa yang mengaku masih kebingungan dengan pemanfaatan kartu sakti dari pemerintah ini. Berdasarkan informasi yang dihimpun Koran Memo, setidaknya ada sekitar 17 orang tua siswa yang mengaku belum mendapatkan pencairan dana hingga saat ini.

Para orang tua lebih bingung ketika pihak sekolah juga tidak pernah memberikan penjelasan terkait program yang dicanangkan presiden Joko Widodo. Bahkan , mereka menduga adanya kecurangan di dalam penyaluran bantuan untuk program tersebut.

Reporter: Andik Sukaca

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.