Pembunuh Pelajar Jombang Tertangkap

Jombang, Koran MemoAparat Satuan Reserse Kriminal Polres Jombang dan Unit Reskrim Polsek Jombang Kota akhirnya berhasil mengungkap kasus pembunuhan MuhamadAfifudin Amirullah (17) pelajar SMKN 1 Jombang asal RT 15 / RW 01 Desa / Kecamatan Jombang. Polisi meringkus Mochammad Rasyid (18) warga Dusun Cangkring Desa Kedunglosari Kecamatan Tembelang yang diduga menjadi pelaku pembunuhan, Rabu (15/4) sore.

Berita Terkait :
Dibalik Tewasnya Pelajar SMKN 1 Jombang, Dugaan Motif Asmara Sejenis
Sebelum Menghilang, Pamit ke Rumah Teman
Pelajar SMK Tewas, Korban Begal ?

pelaku pembunuhan berada di Mapolres Jombang (agung/memo)
pelaku pembunuhan berada di Mapolres Jombang (agung/memo)

Protolan salah satu SMA di Jombang ini diringkus  di rumah temannya di gang III no 8 Dusun Tugu Desa Kepatihan Kecamatan Jombang. Selain membekuk pelaku, polisi juga menyita sepeda motor korban Honda Beat dengan nomor polisi S3090 YQ beserta beberapa kelengkapannya yang sudah sudah dilepas pelaku. Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Polres Jombang.

“Polisi berhasil meringkus pelaku di rumah salah satu temannya di DusunTugu. Kini pelaku masih dimiintai keterangan penyidik reskrim,” kata Kapolres Jombang, AKBP Akhmad Yusep Gunawan, Kamis (16/4) siang.

Akhmad Yusep menambahkan, kecurigaan tertuju kepada pelaku setelah polisi meminta keterangan sejumlah saksi. Salah satu saksi menyebut jika korban terakhir diketahui bersama Rasyid. Usai  mendapat keterangan itu, polisi mendatangi rumah Rasyid, namun yang bersangkutan belum pulang pasca penemuan mayat korban. Hal ini semakin memperkuat kecurigaan polisi.

Setelah dilakukan pelacakan , polisi berhasil mengendus keberadaan pelaku yakni di rumah salah satu temannya.”Keterangan saksi mengarah kepada pelaku,sehingga polisi memutuskan melacak keberadaan pelaku yang ikut menghilang setelah mayat korban ditemukan warga, Senin(13/4) lalu. Selain menangkap pelaku, polisi juga mengamankan beberapa  beberapa barang bukti milik korban,”imbuh Akhmad Yusep.

Sementara itu, dari pemeriksaan sementara kepada pelaku, polisi mendapat pengakuan jika aksi keji tersebut dilakukan karena pelaku merasa malu setelah sering diejek beberapa temannya lantaran pelaku melakukan pendekatan dengan korban.Pelaku tidak menyangka jika yang sering berkirim blackberry messenger (BBM) adalah seorang pria (korban,red).

Menurut pelaku, di kontak BBM korban bernama Affi,yang awalnya dikira seorang perempuan. Kepada petugas pelaku juga mengaku ketika bertemu korban terkadang juga mengenakan jilbab dan selalu menutup dengan helm.

Puncaknya, pada Minggu (12/4) sekitar pukul 19.00 WIB, korban menghubungi pelaku melalui blackberry messenger, untuk janjian keluar malam mingguan. Sekitar pukul 23.30 WIB korban menjemput pelaku dan mereka bertemu di dekat rumah pelaku. Kemudian keduanya berboncengan keliling sekitar Kecamatan Tembelang,Kecamatan Megaluh dan akhirnya sampai di  TKP yakni sekitar jembatan Dusun Sumberwinong Desa Banjardowo Kecamatan Jombang,Senin (13/4) dini hari.

Di tempat itu pelaku yang sudah memendam amarah kepada korban, mengambil pisau lipat yang ada di motor korban dan memainkan pisau tersebut. Korban yang ketakutan berusaha merebut pisau tersebut. Namun akhirnya dalam perebutan pisau, pelaku langsung menghujamkan beberapa kali tusukan serta sayatan di leher korban.

Mendapat serangan bertubi-tubi, korban akhirnya tidak berdaya dan tersungkur bersimbah darah. Saat korban dalam keadaan sekarat, pelaku mengambil ponsel korban dan selanjutnya pergi meninggalkan TKP. Sedangkan pisau lipat yang digunakan menusuk korban, dibuang pelaku ke sisi utara jembatan.

Pelaku lantas menuju rumah temannya  di gang III no 8 Dusun Tugu Desa Kepatihan Kecamatan Jombang.Di situ pelaku mengaku baru saja menabrak orang dengan motor tersebut, sehingga dia melepas plat nomor serta beberapa bagian motor.Setelah itu pelaku sekitar pukul 04.00 WIB sempat pulang, sebelum kembali ke rumah tersebut hingga akhirnya diringkus polisi.

Sementara terkait pengakuan pelaku, pihak kepolisian tetapakan mendalaminya,termasuk memeriksakan kejiwaan pelaku. ”Semua masih berasarkan pengakuan pelaku. Namun demikian kami juga akan mengetes kejiwaan pelaku,” pungkas AKBP Akhmad Yusep Gunawan.(ag)

Follow Untuk Berita Up to Date