Pembacaan Tuntutan JPU Kasus Investasi Bodong PT Brent Securities

Kediri, koranmemo.com – Pengadilan Negeri (PN) Kota Kediri menggelar sidang dengan terdakwa Yandi Suratna Gondoprawiro, selaku Direktur PT Brent Securities sesuai dalam surat dakwaan PDM.32/KDIRI/Epp.2/08/2018S dengan kasus penipuan investasi bodong, Kamis (8/11). Dalam sidang kali ini, terdakwa mendengar bacaan tuntutan dari jaksa penuntut umum (JPU) yang menuntut hukuman 4 tahun kurungan penjara.

Anwar Riza Zakaria, JPU menjelaskan dasar tuntutan yang diajukan, mulai dari keterangan yang diberikan para saksi dalam persidangan, barang bukti transaksi seperti cek, surat pengantar piutang, serta keterangan dari terdakwa sendiri. “Bukti dan keterangan saksi kami jadikan dasar untuk melayangkan tuntutan 4 tahun penjara. Selain itu, terdakwa juga membenarkan pernyataan para saksi,” jelasnya saat ditemui, Kamis (8/11).

Terdakwa, lanjut Anwar, dapat dijadikan pelaku dalam kasus ini, karena terdakwa dalam keadaan sehat jasmani serta rohani sehingga dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya. Selama melakukan aksinya, terdakwa memberikan sertifikat piutang jangka menengah tuntuk mengelabui para korban.

Selain itu, untuk membuat korban percaya dengan investasi, secara berkala memberikan bunga atas modal yang diberikan. Namun setelah berjalan beberapa bulan, pembayaran terhenti. Dalam pembacaan tuntutan, JPU tidak memberikan keringanan untuk Ya. “Memang tidak ada hal – hal yang memberikan keringanan bagi terdakwa,” sahut Anwar.

Lima hal yang memberatkan Ya, antara lain tidak mengakui perbuatannya, mengganggu ketertiban di masyarakat, tidak ada inisiatif untuk mengembalikan dana kepada korban dan merugikan korban. “Lima hal tersebut juga menjadi hal pokok kami untuk pengajuan tuntutan yang sebelumnya, Senin (5/11) sempat ditunda untuk pengumpulan data lebih valid,” katanya.

Sementara itu, Imam Khanafi Ridhwan, Hakim Ketua PN Kediri mengatakan, setelah dibacakan tuntutan, terdakwa berhak untuk menyampaikan pembelaan baik didampingi kuasa hukum maupun perorangan. “Kami akan menggelar sidang pada tanggal 13 dengan agenda Pledoi, tanggal 14 Replik, tanggal 15 Duplik, dan tanggal 22 adalah putusan,” tukasnya.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu
Editor :Della Cahaya

Follow Untuk Berita Up to Date